BELITUNG – Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mulai menunjukkan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan. Dua destinasi unggulan, yakni Bukit Peramun dan Desa Wisata Kreatif Terong di Kabupaten Belitung, kini menjadi contoh pengelolaan wisata alam dan budaya yang melibatkan warga secara langsung.
Dukungan terhadap pengembangan desa wisata tersebut turut diperkuat PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Desa Bakti BCA yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan potensi ekonomi desa.
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera Haryn, mengatakan setiap desa memiliki karakteristik yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber penghasilan masyarakat.
“Kami senantiasa mendorong desa-desa yang telah menjadi binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki. Semoga dukungan kami bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya sebagaimana dilansir Investor, Selasa, (12/05/2026).
Bukit Peramun menjadi salah satu destinasi yang menarik perhatian wisatawan karena menawarkan panorama alam khas Belitung dari kawasan perbukitan. Lokasi wisata tersebut berada di kawasan segitiga pariwisata Belitung dan menyajikan pemandangan Laut China Selatan, batu granit, serta gugusan pulau kecil di sekitarnya.
Kawasan itu dikelola Kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel sejak 2006 dan mulai dibuka sebagai destinasi wisata umum pada 2017 dengan konsep community-based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat.
Selain menikmati panorama alam, pengunjung dapat melakukan trekking menyusuri kawasan hutan sambil mengenal flora endemik. Wisatawan juga berkesempatan melihat primata nokturnal tarsius di habitat aslinya dan menikmati suasana malam di kawasan perbukitan.
Untuk meningkatkan pengalaman wisata, pengelola menghadirkan layanan digital berupa virtual assistant berbasis Android dan virtual guide dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Sistem reservasi juga diterapkan guna menjaga kualitas kunjungan dan kelestarian kawasan.
Berkat pengelolaan tersebut, Bukit Peramun memperoleh sejumlah penghargaan, termasuk pengakuan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai hutan digital berbasis masyarakat pertama di Indonesia pada 2023. Destinasi itu juga menerima penghargaan Green Gold kategori Pelestarian Lingkungan dalam Indonesian Sustainable Tourism Awards 2019.
Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bukit Peramun terus mengalami peningkatan. Pada 2023 tercatat sebanyak 387 wisatawan asing, lalu meningkat menjadi 485 wisatawan pada 2025. Sementara wisatawan domestik mencapai 1.648 orang sepanjang 2025.
Tak hanya Bukit Peramun, Desa Wisata Kreatif Terong juga mengembangkan potensi wisata edukasi dan budaya di kawasan bekas tambang timah yang telah direklamasi secara mandiri oleh masyarakat.
Salah satu destinasi unggulannya adalah Wisata Aik Rusa Berehun yang dilengkapi area pertunjukan seni, pondok pertemuan, hingga warung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik warga. Pengunjung juga dapat menikmati aktivitas memancing di kawasan tersebut.
Desa itu turut memperkenalkan tradisi makan bedulang, yakni budaya makan bersama khas Belitung menggunakan satu dulang atau nampan besar yang dinikmati empat orang sekaligus sebagai simbol kebersamaan masyarakat setempat.
Pengembangan wisata berbasis desa di Belitung diharapkan terus memperkuat ekonomi warga sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara