BLITAR – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Ringinanom dan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, telah mencapai progres 75 persen hingga awal Mei 2026. Proyek infrastruktur antardesa tersebut turut melibatkan gotong royong warga bersama personel Kepolisian Resor (Polres) Blitar Kota dan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) setempat guna mempercepat konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat desa. Manusia kalau sudah urusan akses jalan memang langsung berubah jadi Avengers versi cangkul dan semen.
Pembangunan jembatan dilakukan setiap hari sejak pagi hingga sore dengan melibatkan tenaga ahli konstruksi, aparat kepolisian, dan masyarakat dari kedua desa. Sejumlah tahapan pengerjaan telah diselesaikan, mulai dari pembuatan rangka baja, pengecatan besi jembatan, pemotongan dan perakitan tiang cor, hingga pengecoran struktur utama jembatan.
Kapolres Blitar Kota, Kalfaris Triwijaya Lalo, mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kebutuhan mobilitas warga di kawasan pedesaan. Pernyataan itu disampaikan sebagaimana diberitakan Sejahtera, Kamis (08/05/2026).
“Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat antara Desa Ringinanom dan Desa Karanggondang,” ujarnya.
Menurut Kalfaris, proses pembangunan tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja agar jembatan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat desa.
“Kami terus mendorong percepatan pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan faktor keselamatan sehingga hasilnya maksimal,” tambahnya.
Partisipasi warga dalam proses pembangunan dinilai mempercepat pengerjaan proyek. Warga dari Desa Ringinanom dan Desa Karanggondang ikut bergotong royong membantu proses pembangunan agar jembatan segera dapat digunakan untuk menunjang distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan pokok masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Blitar Kota, Sjamsul Anwar, menegaskan pihaknya akan terus mengawal pembangunan hingga tuntas.
“Kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi sarana vital yang mampu memperkuat konektivitas antardesa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara