JAKARTA – Pemerintah mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dengan menargetkan 30.000 unit siap beroperasi pada Agustus 2026, setelah sekitar 7.000 unit rampung dibangun hingga akhir April 2026.
Percepatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong aktivitas ekonomi desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru berbasis koperasi. Program Kopdes/Kel Merah Putih dikembangkan secara bertahap dari total sekitar 35.000 unit yang direncanakan tersebar di seluruh Indonesia.
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Panel Barus, mengatakan, “Yang sudah jadi per hari ini hampir 7.000, itu yang sudah jadi 100 persen di seluruh Indonesia,” usai kegiatan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (30/4/2026), sebagaimana dikutip dari Antara.
Pemerintah menekankan bahwa penyelesaian fisik harus segera diikuti dengan operasional yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Harapannya ini bisa berjalan bisnisnya agar dirasakan oleh masyarakat,” kata Panel.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus melakukan pemantauan langsung ke berbagai daerah dengan jumlah desa besar, termasuk wilayah Sumatera Utara yang memiliki ribuan desa dan kelurahan sebagai bagian dari program.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia. Wakil Menteri (Wamen) Koperasi, Farida Farichah, menyebut setiap unit koperasi akan merekrut sekitar 15 hingga 18 tenaga kerja lokal, mulai dari sopir, satuan pengamanan (satpam), penjaga gudang, hingga staf operasional.
Rekrutmen tenaga kerja diprioritaskan bagi masyarakat sekitar dan diintegrasikan dengan data Kementerian Sosial, khususnya kelompok penerima bantuan sosial (bansos) pada kategori Desil 1 hingga Desil 4. Langkah ini diharapkan mampu memperluas dampak program tidak hanya pada penguatan ekonomi desa, tetapi juga pengurangan angka kemiskinan.
Meski pembangunan fisik menunjukkan progres signifikan, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam memastikan kesiapan manajemen operasional dan keberlanjutan usaha koperasi agar dapat berjalan optimal dalam jangka panjang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara