BREBES – Upaya mitigasi bencana di wilayah pedesaan terus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur penahan longsor dan banjir dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 yang dilaksanakan Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog.
Fokus kegiatan diarahkan pada pembangunan talud penahan jalan serta penguatan tebing sungai di titik-titik rawan bencana. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur dan permukiman warga saat musim hujan.
Berdasarkan data lapangan, progres pembangunan talud sepanjang 130 meter telah mencapai sekitar 50 persen. Sementara itu, penguatan jembatan melalui pemasangan bronjong pada koper abutmen dan sayap jembatan, serta pengecoran abutmen berukuran panjang 4 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 2 meter, telah mencapai 40 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes Ambariyantomo selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat desa.
“Melalui TMMD, kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga berupaya mengurangi risiko bencana, khususnya longsor dan banjir,” ujarnya sebagaimana diberitakan Puskapik, Selasa, (28/04/2026).
Selain pembangunan fisik, program TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, pertanian, hingga edukasi kebencanaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Diharapkan, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada penguatan infrastruktur desa, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara