BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mendorong percepatan kemandirian ekonomi desa melalui peluncuran program Kampus Berdampak yang mengintegrasikan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat desa di Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Jumat (24/4/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif Desa Sejahtera Astra dan One Village One CEO yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal desa sekaligus menciptakan pelaku usaha mandiri berbasis komunitas.
Wakil Bupati (Wabup) Bandung Barat, Asep Ismail, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
“Launching ini diharapkan tidak hanya berhenti di satu lokasi, namun dapat dilaksanakan di setiap desa yang berada di Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya sebagaimana dilansir Mudanesia, Senin, (27/04/2026).
Kegiatan yang digelar di Kebun Mitra PT Ardhana Sejahtera Indonesia itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pelaku industri, hingga masyarakat setempat yang menyambut program tersebut sebagai peluang baru dalam pengembangan ekonomi desa.
Menurut Asep, Pemkab Bandung Barat akan terus memperkuat dukungan terhadap program-program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kapasitas desa dan pemanfaatan potensi unggulan daerah.
Program Kampus Berdampak diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta pemberdayaan berkelanjutan, khususnya dalam menciptakan desa yang mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan sumber daya lokal secara optimal.
Dengan hadirnya program Desa Sejahtera Astra dan One Village One CEO, setiap desa didorong untuk memiliki figur penggerak usaha yang inovatif, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara