PARINGIN – Lonjakan kunjungan wisata ke Gunung Hauk yang berada di Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, dalam satu bulan terakhir membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa melalui pengelolaan parkir, operasional Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karang Bintang, serta distribusi dana untuk kepentingan desa.
Gunung Hauk yang memiliki ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut menjadi magnet baru bagi wisatawan alam berkat jalur pendakian yang menantang serta keunikan lanskapnya, termasuk kawasan Kayu Habang di pos 4 dan batu ikonik yang disebut Batu Kingkong di pos 5.
Ketua Pokdarwis Karang Bintang, Inai, mencatat sebanyak 1.913 pengunjung datang dalam periode libur Lebaran Maret hingga akhir bulan yang sama. Aktivitas tersebut turut menghasilkan 1.060 unit kendaraan yang masuk area parkir di pos pertama Gunung Hauk.
“Dari 1913 pengunjung ujarnya, turut dihitung pula kendaraan yang masuk dalam area parkir di pos satu Gunung Hauk, yakni sebanyak 1060 unit.”
Inai menjelaskan, meningkatnya kunjungan wisata tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata. Pendapatan dari retribusi parkir dan kunjungan dikelola oleh warga melalui Pokdarwis Karang Bintang untuk kebutuhan operasional dan pembangunan desa.
Sekitar 59 persen dana hasil pengelolaan wisata tersebut dialokasikan untuk kepentingan Desa Ajung, termasuk pembiayaan balai adat, pengelolaan lahan, kegiatan sosial, serta acara desa yang disepakati bersama pengurus Pokdarwis dan masyarakat.
“Alokasi dana ini akan digunakan per enam bulan sekali, sesuai dengan kesepakatan bersama kepengurusan Pokdarwis dan masyarakat desa Ajung,” kata Inai.
Dana hasil kunjungan juga digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalur wisata yang terdampak kerusakan akibat bencana serta kegiatan rutin pembersihan sampah di jalur pendakian. Pengelola menilai sistem ini menjadi bentuk pengelolaan berbasis komunitas yang memberi manfaat langsung bagi warga.
Selain Gunung Hauk, Desa Ajung juga memiliki potensi wisata lain seperti pemandian Batu Ajung yang berada di jalur pos pertama, serta rencana pengembangan destinasi lain seperti Balabuh Lanting Nanai, wisata arung jeram, dan wisata budaya lokal.
Pihak pengelola bersama pemerintah daerah mengajukan sejumlah usulan pengembangan kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Balangan, meliputi pembangunan fasilitas toilet, teras gamping, ikon Batu Ajung, serta spot foto di basecamp pendakian. Usulan lain yang menjadi prioritas adalah pembangunan akses jalan dan jembatan dari desa ke kawasan wisata.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disporapar Balangan, Sigit Kondang Wibowo, menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan rencana penguatan fasilitas wisata Gunung Hauk pada tahun ini, termasuk penambahan sarana pendukung.
“Ada rencana pembangunan sarana dan prasarana tambahan, rencananya pembangunan spot foto dan MCK,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap Gunung Hauk sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Balangan.
Pengelola Pokdarwis Karang Bintang juga menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pengelolaan wisata serta kerja sama dengan komunitas untuk kegiatan pemulihan lingkungan pascabanjir. Upaya ini diharapkan memperkuat tata kelola wisata berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pengunjung.
Dengan meningkatnya kunjungan dan pengelolaan yang lebih terstruktur, Gunung Hauk diproyeksikan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi Desa Ajung sekaligus penggerak ekonomi lokal di sektor pariwisata. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara