BEKASI – Upaya peningkatan cakupan imunisasi campak di wilayah desa terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi melalui Puskesmas Babelan I dengan metode layanan jemput bola yang menyasar langsung masyarakat di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.
Program ini difokuskan untuk menekan risiko penyebaran campak yang memiliki tingkat penularan tinggi, terutama pada kelompok balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Kegiatan dilakukan melalui layanan di sejumlah pos pelayanan terpadu (posyandu) serta menjangkau wilayah lain di Kelurahan Kebalen, Desa Babelan Kota, dan Desa Muara Bakti.
Kepala Desa (Kades) Kedung Pengawas, Nasarudin, menyambut positif pelaksanaan imunisasi tersebut. Ia menilai pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi.
Perwakilan Puskesmas Babelan I, Bidan Mulyani, menjelaskan bahwa campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. “Campak ini penyakit yang sangat mudah menular, bahkan lebih tinggi dari Covid-19. Jika satu orang yang terkena itu bisa menularkan ke beberapa orang lainnya. Tapi ini bisa dicegah dengan imunisasi,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian besar kasus campak terjadi pada anak-anak yang belum memperoleh imunisasi secara lengkap. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan pemahaman masyarakat terkait imunisasi dasar dan lanjutan.
“Banyak yang menganggap cukup di usia 9 bulan, padahal imunisasi lanjutan di 18 bulan itu wajib,” ujarnya.
Pelaksanaan imunisasi dilakukan secara bertahap dengan mendatangi titik-titik pelayanan kesehatan di desa. “Diawali dari Desa Kedung Pengawas menyasar ke titik titk posyandu, pelayanan imunisasi kejar jemput bola,” kata Bidan Mulyani usai rapat minggon desa, Kamis (2/4/2026).
Melalui strategi tersebut, Dinkes Kabupaten Bekasi berharap cakupan imunisasi dapat meningkat secara signifikan sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat desa serta mencegah potensi wabah campak di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara