Trawas Tekan Stunting ke 7,2 Persen, Targetkan Nol Kasus

MOJOKERTO – Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, berhasil menekan angka stunting secara bertahap hingga mencapai 7,2 persen pada Februari 2026 melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor yang terintegrasi dalam program inovasi daerah.

Pelaksana Tugas Camat Trawas, Lies Setyautaminingsih, menyampaikan bahwa penurunan tersebut merupakan hasil konsistensi intervensi program yang dilakukan secara berkelanjutan di 13 desa di wilayahnya.

’’Pada bulan Januari, alhamdulillah stunting turun di angka 7,6 persen, dan di Februari 2026 kembali turun di angka 7,2 persen. Kita targetkan bisa terus kita tekan sampai zero stunting,’’ ujar Lies.

Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari implementasi inovasi Trawas Sinawang yang mengedepankan prinsip sinergi, akuntabel, wajar, dan networking dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM).

’’Melalui inovasi Trawas Sinawang, kami ingin membentuk generasi yang ber-SDM (sumber daya manusia) cerdas, kuat, hebat dan mandiri,’’ ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah kecamatan mengoptimalkan peran lintas sektor, mulai dari pendampingan anggaran desa melalui evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), hingga penguatan program edukasi seperti Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Koordinasi intensif juga dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan, seperti kepala puskesmas, bidan desa, kepala desa, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), Kantor Urusan Agama (KUA), serta Dinas Pendidikan (Dispendik) dalam forum mini lintas sektor dan lokakarya.

Selain itu, intervensi langsung kepada keluarga rawan stunting terus dilakukan melalui pendampingan dan pemantauan berkala. Pemerintah kecamatan juga bersinergi dengan Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam proses pencatatan, pelaporan, dan evaluasi kasus di tingkat desa.

’’Secara berkala kami melakukan edukasi dan intervensi melalui pendekatan mendalam pada kasus stunting. Yakni, dengan melakukan pendampingan keluarga rawan stunting hingga monitoring perkembangan data stunting secara berkala,’’ jelasnya.

Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting hingga mencapai nol kasus, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Trawas. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Pesisir Jadi Fokus, Pemerintah Bangun 1.269 Kampung Nelayan Modern

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah …

Lebak Masih Miliki 2.539 Hektare Permukiman Kumuh di 128 Desa

PDF 📄LEBAK – Sebanyak 2.539 hektare kawasan permukiman kumuh masih tersebar di 128 desa dan …

Infrastruktur Desa Semata Menguat, Jembatan Merah Putih Siap Dongkrak Ekonomi Warga

PDF 📄SAMBAS – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *