JAKARTA – Pembinaan desa wisata berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di 66 desa binaan sebesar 29,62 persen sepanjang 2025. Capaian tersebut menjadi dorongan untuk memperkuat kualitas produk, layanan pariwisata, dan keamanan pangan agar pengembangan wisata desa semakin memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan data tersebut berdasarkan pemantauan dan evaluasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Ia mengungkapkannya dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA), Selasa (20/10/2026).
“Jadi dengan adanya pembinaan dan pendampingan di desa-desa akan meningkat kualitas layanan produk-produk mereka menjadi lebih baik. Kami juga bekerjasama dengan berbagai pihak seperti mitra-mitra kami dan memberikan sertifikat-sertifikat secara gratis,” ujar Widiyanti saat sesi wawancara singkat dengan wartawan, Selasa (20/10/2026), sebagaimana diberitakan Rri.
Menurut Widiyanti, Kemenpar membina sekitar 6.300 desa wisata. Pembinaan tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja yang tercatat mencapai 53,34 persen dari desa-desa wisata binaan.
Kualitas produk dan layanan menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat agar desa wisata mampu berkembang. Karena itu, Kemenpar mengapresiasi kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), khususnya untuk mendorong peningkatan kualitas dan keamanan pangan di lingkungan destinasi wisata.
“Kami menyambut baik, terima kasih Bapak atas program ini karena pada akhirnya 6.300 desa wisata ini akan lebih cepat lagi naik kelas. Dengan harapan ini kita bisa bersama-sama mengerjakan untuk kebaikan semua masyarakat Indonesia,” katanya.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan program keamanan pangan dengan pengembangan desa wisata. Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai sinergi ant program dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat di desa.
“Kalau kita berpadu dengan program yang sama, misalnya desa pangan aman atau desa budaya, masyarakat akan nyaman bahagia. Jadi sinergi program desa pangan aman BPOM dengan desa wisata Kementerian Pariwisata ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Taruna saat sesi pemaparan, Selasa (20/10/2026).
Taruna menyampaikan sekitar 160.000 anggota komunitas telah mendapatkan bimbingan teknis keamanan pangan secara langsung dari petugas. BPOM juga telah menyediakan 782 jenis sertifikat, termasuk sertifikat bagi industri pangan olahan rumah tangga.
“Khusus untuk tahun 2025 saja kita sudah ada desa pangan aman di 6.322 desa dan kelurahan. Dengan demikian sinergi akan memperluas cakupan ini, selain masyarakat merasa nyaman, Badan POM juga merasa target bisa tercapai,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, BPOM dan Kemenpar menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung pelaksanaan program bersama. Kerja sama itu diharapkan mengintegrasikan edukasi keamanan pangan dengan kegiatan desa wisata, sehingga pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan peningkatan mutu produk dan pelayanan bagi masyarakat maupun pengunjung. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara