Mahasiswa KKN Sulap Sampah Tambaksari Jadi Produk Bernilai

KENDAL – Sampah anorganik rumah tangga di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah. Melalui program Sedekah Sampah yang digerakkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 155 bersama warga, material bekas dipilah untuk dimanfaatkan menjadi kerajinan maupun dijual guna mendukung kebutuhan lingkungan desa.

Program tersebut menyasar rumah-rumah warga di seluruh wilayah Desa Tambaksari dengan metode door to door. Mahasiswa KKN Posko 155 terlibat langsung mengambil sampah yang telah disumbangkan masyarakat untuk selanjutnya dipilah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya.

Pengumpulan dilakukan pada 2-6 Agustus, 18 Agustus, dan 20 Agustus 2026. Wilayah yang dijangkau mencakup tiga dusun, yakni Tambakroto, Losari, dan Gedamsambu, dengan total enam Rukun Warga (RW).

Material yang terkumpul terdiri atas botol plastik, botol kaca, kertas, kardus, kaleng, serta berbagai jenis sampah anorganik lainnya. Sampah yang masih memiliki potensi penggunaan kembali tidak langsung dijual, melainkan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan produk sederhana.

Tutup botol, misalnya, diolah menjadi gantungan kunci, sementara botol plastik direncanakan digunakan sebagai bahan membuat tempat pensil. Pemanfaatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan nilai guna baru terhadap barang yang sebelumnya tidak terpakai.

Sementara itu, sampah yang tidak digunakan untuk kerajinan akan dijual sebagai barang bekas. Hasil penjualannya direncanakan untuk mendukung kebutuhan lingkungan Desa Tambaksari, salah satunya melalui pembuatan tempat sampah terpadu bagi masyarakat.

Selain menghasilkan manfaat secara material, kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Warga dilibatkan secara langsung agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan membuang, tetapi dilanjutkan dengan pemilahan, penggunaan kembali, pengolahan, hingga pemanfaatan bernilai ekonomi.

Kolaborasi mahasiswa KKN dan masyarakat juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Pola pengelolaan berbasis partisipasi warga diharapkan dapat terus berkembang sehingga sampah rumah tangga tidak hanya dipandang sebagai beban, tetapi juga sebagai material yang masih dapat memberikan manfaat.

Kegiatan Sedekah Sampah menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan pengelolaan limbah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga. Sampah yang dikumpulkan bersama kemudian diolah atau dijual dan manfaatnya diarahkan kembali untuk mendukung lingkungan desa, sebagaimana diberitakan Kompasiana, Senin (7/9/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bronjong Hanyut, Fondasi Jembatan Dusun Kanang Mulai TergerusBronjong Hanyut, Fondasi Jembatan Dusun Kanang Mulai Tergerus

PDF 📄POLEWALI MANDAR – Abrasi sungai di Dusun Kanang, Desa Batetangnga, Kabupaten Polewali Mandar, mengancam …

KWT Ranup Dong Belajar Kendalikan Hama dengan Biopestisida

PDF 📄ACEH BARAT – Kelompok Wanita Tani (KWT) Hasil Sepakat di Desa Ranup Dong, Kecamatan …

Kreatif! Ibu-Ibu PKK Desa Mluweh Daur Ulang Koran Bekas

PDF 📄UNGARAN – Limbah koran bekas di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dimanfaatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *