Kreatif! Ibu-Ibu PKK Desa Mluweh Daur Ulang Koran Bekas

UNGARAN – Limbah koran bekas di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dimanfaatkan menjadi jam dinding melalui pelatihan daur ulang yang melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 8 pada 26 Agustus 2026 itu mendorong warga mengubah barang yang tidak terpakai menjadi produk fungsional.

Pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan cara membuat kerajinan, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan kembali sampah kertas sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah. Peserta diajak melihat bahwa koran bekas masih dapat digunakan apabila diolah dengan kreativitas dan keterampilan yang tepat.

Proses pembuatan jam dimulai dengan menggulung lembaran koran menjadi bagian-bagian kecil. Setiap gulungan harus dibuat secara rapi agar mudah dirangkai menjadi kerangka jam dinding.

Setelah seluruh bahan siap, gulungan koran disusun hingga membentuk kerangka. Pada tahapan ini, ibu-ibu PKK Desa Mluweh mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan mahasiswa KKN. Peserta juga saling bertukar ide dan membantu ketika menemukan kesulitan dalam menyusun bahan.

Tahapan berikutnya ialah finishing untuk memperbaiki tampilan dan memperkuat bentuk jam. Setelah kerangka selesai, peserta memasang mesin jam sehingga rangkaian gulungan koran tersebut berubah menjadi barang yang dapat digunakan.

Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti setiap tahapan. Hasil akhir yang berhasil dibuat dari bahan sederhana memberikan pengalaman baru bagi warga sekaligus menunjukkan bahwa sampah kertas dapat memiliki nilai guna apabila dikelola secara kreatif.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana interaksi antara mahasiswa KKN dan masyarakat. Peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi turut mencoba langsung proses pengolahan bahan, mulai dari menggulung koran hingga memasang mesin jam.

Melalui pelatihan itu, mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 8 mendorong ibu-ibu PKK Desa Mluweh agar dapat mengembangkan keterampilan serupa dengan memanfaatkan barang bekas yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pemanfaatan koran bekas menjadi jam dinding sekaligus memperkenalkan cara sederhana dalam mengurangi limbah. Pendekatan tersebut dapat menjadi awal bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai bentuk kerajinan lain dari bahan yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu membutuhkan teknologi rumit. Dengan keterampilan, ketelitian, dan kreativitas, bahan bekas dapat diubah menjadi barang yang memiliki fungsi sekaligus membuka peluang lahirnya berbagai karya baru di lingkungan masyarakat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bronjong Hanyut, Fondasi Jembatan Dusun Kanang Mulai TergerusBronjong Hanyut, Fondasi Jembatan Dusun Kanang Mulai Tergerus

PDF 📄POLEWALI MANDAR – Abrasi sungai di Dusun Kanang, Desa Batetangnga, Kabupaten Polewali Mandar, mengancam …

KWT Ranup Dong Belajar Kendalikan Hama dengan Biopestisida

PDF 📄ACEH BARAT – Kelompok Wanita Tani (KWT) Hasil Sepakat di Desa Ranup Dong, Kecamatan …

Mahasiswa KKN Sulap Sampah Tambaksari Jadi Produk Bernilai

PDF 📄KENDAL – Sampah anorganik rumah tangga di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, tidak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *