PROBOLINGGO – Kekompakan warga hingga tingkat dusun menjadi warna utama perayaan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI) di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Sepanjang Agustus 2026, masyarakat di setiap dusun menggelar berbagai perlombaan yang kemudian ditutup dengan kegiatan bersama dan pembagian hadiah kepada para pemenang.
Rangkaian perayaan tersebut mencapai puncaknya melalui Malam Penutupan HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Desa Sentong, Sabtu (5/9/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 warga itu sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pembacaan salawat Nabi.
Semarak perayaan tidak hanya berlangsung dalam agenda yang digelar pemerintah desa. Masing-masing dusun juga mengambil bagian dengan menyelenggarakan berbagai perlombaan selama Agustus. Keterlibatan tersebut membuat suasana peringatan kemerdekaan terasa hingga lingkungan masyarakat paling dekat.
Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Sentong Komaruddin mengatakan antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak awal Agustus ketika warga di masing-masing dusun mulai mengadakan perlombaan.
Pada acara penutupan, Pemerintah Desa (Pemdes) Sentong turut menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba yang sebelumnya digelar di tingkat desa. Dua kegiatan yang mendapatkan penghargaan tersebut ialah lomba kartu domino dan karnaval.
Selain uang pembinaan, juara pertama lomba domino memperoleh hadiah seekor kambing. Hadiah tersebut berasal dari bantuan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Sentong Abdur Rahman mengatakan perlombaan karnaval dibagi dalam dua kategori, yakni beregu dan perorangan.
“Untuk karnaval ada dua kategori juara. Yakni, beregu dan perorangan. Ada uang pembinaan untuk masing-masing juara. Alhamdulillah, tahun ini lebih meriah,” ujar Abdur Rahman sebagaimana diberitakan Radar Bromo, Senin (7/9/2026).
Selain perlombaan, rangkaian peringatan kemerdekaan di Sentong juga diisi tasyakuran, karnaval, serta kegiatan sosial dan keagamaan. Beragam agenda tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Partisipasi dari setiap dusun menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan di tingkat desa tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi momentum membangun kebersamaan masyarakat. Pemdes Sentong berharap semangat kebersamaan yang tumbuh selama rangkaian kegiatan dapat terus terjaga setelah perayaan berakhir. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara