BATANG – Kebutuhan warga terhadap layanan kesehatan, air bersih, bantuan sosial, hingga ruang menyampaikan persoalan menjadi fokus Program Sambat Desa yang digelar Kepolisian Resor Kota (Polresta) Batang di Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan pada Sabtu (05/09/2026) tersebut menggabungkan pelayanan langsung dengan dialog masyarakat untuk memperkuat hubungan kepolisian dan warga.
Melalui layanan Polisi Peduli Sehat, tim kedokteran dan kesehatan (Dokkes) Polresta Batang bersama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Reban memberikan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar gula darah, konsultasi kesehatan, serta edukasi pola hidup sehat kepada masyarakat.
Kegiatan juga menyentuh kebutuhan dasar warga melalui program Setetes Air, Sejuta Manfaat. Sebanyak 10.000 liter air bersih siap konsumsi disalurkan kepada masyarakat Desa Pacet untuk membantu memenuhi kebutuhan domestik.
Sebagaimana diberitakan DMI TV, Senin (07/09/2026), pelayanan tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang menempatkan kepolisian tidak hanya dalam fungsi keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial di tingkat desa.
Kepala Polresta Batang Warsono mengatakan Program Sambat Desa dirancang untuk membuka komunikasi secara langsung sehingga persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui dan dicari jalan keluarnya bersama.
“Program ini sebagai bentuk kehadiran kami di tengah masyarakat. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan warga dan apa yang bisa kita bantu bersama,” ujar Kepala Polresta Batang Warsono.
Ruang komunikasi dengan warga juga dibuka melalui kegiatan Sarapan Sesarengan dan dialog interaktif Sambat Pak Kapolresta. Dalam forum tersebut, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), lalu lintas, kenakalan remaja, pelayanan publik, hingga persoalan sosial.
Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada aparat. Masukan yang muncul dari masyarakat sekaligus dapat menjadi bahan bagi kepolisian dalam menentukan langkah penanganan yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selain layanan kesehatan dan air bersih, program Polisi Berbagi turut menyalurkan bantuan kebutuhan pokok. Sasaran bantuan diarahkan kepada kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, antara lain lanjut usia, keluarga prasejahtera, dan penyandang disabilitas.
Rangkaian pelayanan itu menunjukkan bahwa kebutuhan keamanan masyarakat berkaitan erat dengan kondisi sosial di lingkungan tempat tinggal. Persoalan ekonomi, kesehatan, fasilitas dasar, dan keamanan dapat saling berhubungan sehingga membutuhkan komunikasi antara aparat dan masyarakat.
Program Sambat Desa juga direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dengan pelaksanaan secara bergilir di berbagai desa di Batang. Wilayah yang membutuhkan perhatian dari sisi keamanan maupun kondisi sosial ekonomi menjadi sasaran pengembangan kegiatan berikutnya.
Keberlanjutan program diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat. Dengan pola tersebut, warga tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan ikut menjaga kondisi lingkungan tetap aman dan kondusif. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara