Peternakan Ayam Kaltim Diperkuat dari Bibit hingga Pakan

SAMARINDA – Pengawasan mutu bibit anak ayam menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menjaga produktivitas peternakan sekaligus memperkuat pasokan daging ayam di daerah.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim melakukan pengawasan terhadap mutu Day Old Chick (DOC) atau anak ayam usia sehari pada fasilitas pembenihan guna memastikan bibit yang beredar memenuhi standar dan mendukung keberlanjutan usaha peternak.

Pengawasan tersebut salah satunya dilakukan di fasilitas pembibitan ayam milik PT Charoen Pokphand Jaya Farm yang berada di Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Fasilitas itu merupakan satu dari enam industri pembibitan ayam yang beroperasi di Kaltim.

Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno mengatakan pemeriksaan mutu diperlukan agar bibit ayam yang dipasarkan kepada peternak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

“Pengujian dan pengawasan mutu ini dilakukan guna memastikan bahwa DOC ayam ras pedaging yang dipasarkan kepada peternak benar-benar memenuhi kriteria dan persyaratan mutu yang aman serta sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) 4868-1:2024,” kata Arief di Samarinda, Senin, sebagaimana dilansir Antara, Senin (17/08/2026).

Menurut dia, penguatan sektor pembibitan dari sisi hulu menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem peternakan unggas Kaltim. Kebutuhan tersebut semakin terlihat dari tingginya konsumsi daging ayam masyarakat.

Data DPKH Kaltim menunjukkan populasi ayam ras pedaging mencapai 60.427.285 ekor per tahun. Produksi daging ayam pedaging lokal tercatat 70.661 ton per tahun, sedangkan kebutuhan konsumsi mencapai 92.445 ton per tahun.

Kesenjangan antara produksi dan kebutuhan tersebut membuat Kaltim masih memerlukan pasokan dari luar daerah. Dalam setahun terakhir, pasokan ayam ras pedaging hidup dari luar Kaltim mencapai 1.454.714 ekor, sementara pasokan dalam bentuk daging beku dan segar mencapai 17.379 ton.

Selain menjaga kualitas bibit, DPKH Kaltim berupaya mengurangi beban biaya produksi yang selama ini menjadi tantangan peternak. Biaya pakan diketahui menyumbang sekitar 60–70 persen dari keseluruhan biaya produksi ayam pedaging.

Untuk menekan beban tersebut, DPKH Kaltim memfasilitasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Formulasi Pakan bersama Direktorat Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian.

Arief mengatakan pendampingan tersebut diarahkan agar peternak mampu memanfaatkan bahan baku lokal untuk menghasilkan pakan yang efisien tanpa mengabaikan kualitas.

“Melalui pendampingan, para peternak lokal dibekali kemampuan dan keterampilan untuk menyusun formulasi ransum pakan yang berkualitas dan efisien dengan memanfaatkan potensi bahan baku pakan lokal di sekitar mereka,” tambah Arief.

Pengawasan bibit dan efisiensi pakan diharapkan dapat berjalan beriringan untuk memperkuat daya saing peternak lokal. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan produksi ayam pedaging Kaltim agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan secara bertahap. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Delapan Kampung Pesisir Mimika Didorong Terhubung dalam Rantai Pasok Perikanan

PDF 📄TIMIKA – Delapan kampung pesisir di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, disiapkan sebagai kawasan Kampung …

KDMP Aceh Barat Hadapi Kelangkaan Material, Pembangunan Tetap Jalan

PDF 📄ACEH BARAT – Keterbatasan Material Tak Hentikan Pembangunan KDMP Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih …

13 KDMP di Tana Tidung Masih Dikerjakan, Ini Kendalanya

PDF 📄TANA TIDUNG – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Tana Tidung memasuki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *