Warga Sumberarum Keluhkan Debu dan Bau, PT SIG Janjikan Perbaikan

TUBAN – Keluhan warga Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, mengenai dugaan polusi debu dan bau dari aktivitas PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban kini mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban. Persoalan tersebut dibahas dalam audiensi bersama warga dan perusahaan untuk mencari langkah penanganan atas gangguan yang disebut telah dirasakan masyarakat sekitar pabrik.

Sebagaimana diberitakan Media Kampung, Kamis, (13/08/2026), audiensi berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan melibatkan Komisi 1 DPRD Tuban, perwakilan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL), dan PT SIG Pabrik Tuban.

Warga menyampaikan bahwa dugaan paparan debu dan bau menyengat telah mengganggu kenyamanan serta aktivitas sehari-hari masyarakat di kawasan ring 1 pabrik. Sekitar 700 kepala keluarga disebut berada di wilayah yang terdampak, sementara 17 warga dilaporkan mengalami sesak napas.

Perwakilan warga, Joyo Muhasan, menyebut sumber gangguan diduga berkaitan dengan cerobong serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) maupun non-B3 yang digunakan perusahaan. Warga meminta adanya tindakan konkret untuk mengatasi persoalan tersebut serta berharap perusahaan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak.

Dari sisi legislatif, Ketua Komisi 1 DPRD Tuban, Suratmin, menyatakan lembaganya akan mengawal keluhan warga dan mendorong perusahaan segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Dalam audiensi, PT SIG Pabrik Tuban juga menyatakan akan merespons keluhan dan mengomunikasikan langkah perbaikan.

Sementara itu, Senior Manager of Corporate Communication PT SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, mengakui keluhan masyarakat sebagai peringatan bagi perusahaan. Perusahaan menyatakan proses produksi yang dinilai belum sempurna akan diperbaiki.

PT SIG juga menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan dokter yang bekerja sama dengan perusahaan, tidak ditemukan hubungan langsung antara debu semen dan keluhan sakit kulit maupun sesak napas yang dialami warga. Hasil pemeriksaan tersebut menyebut sebagian besar keluhan kesehatan berkaitan dengan hipertensi serta faktor lain, termasuk pola makan dan penyakit flu.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, PT SIG telah memberikan pengobatan gratis kepada sejumlah warga yang terdampak. Namun, keluhan mengenai debu dan bau disebut telah berlangsung cukup lama sehingga warga tetap meminta penyelesaian yang lebih konkret.

Warga bahkan mengancam memblokade akses menuju pabrik apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti. Karena itu, hasil komunikasi antara masyarakat, DPRD Tuban, dan PT SIG menjadi penting untuk mencegah persoalan lingkungan berkembang menjadi konflik yang lebih besar sekaligus memastikan setiap dugaan dampak terhadap kesehatan dan kenyamanan warga ditangani secara serius. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Peternakan Ayam Kaltim Diperkuat dari Bibit hingga Pakan

PDF 📄SAMARINDA – Pengawasan mutu bibit anak ayam menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) …

Delapan Kampung Pesisir Mimika Didorong Terhubung dalam Rantai Pasok Perikanan

PDF 📄TIMIKA – Delapan kampung pesisir di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, disiapkan sebagai kawasan Kampung …

KDMP Aceh Barat Hadapi Kelangkaan Material, Pembangunan Tetap Jalan

PDF 📄ACEH BARAT – Keterbatasan Material Tak Hentikan Pembangunan KDMP Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *