Mahasiswa IPB Tinggalkan Teknologi Pengolahan Sampah untuk Desa Kertajati

MAJALENGKA – Pengelolaan sampah organik di Desa Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, diarahkan agar tidak berhenti setelah program mahasiswa berakhir. Melalui program Kertajati Aksi Kelola Sampah (KERTAKSI), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Bank Sampah Unit (BSU) Desa Kertajati mengenalkan pengolahan sisa sayuran dan kulit buah menjadi pupuk organik cair (POC).

Program tersebut sekaligus meninggalkan sarana pengolahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah Desa Kertajati menerima mesin pencacah sampah organik, wadah fermentasi, dan airlock untuk mendukung pengolahan sampah setelah rangkaian KKNT IPB selesai.

Sebagaimana diberitakan Good News From Indonesia, Selasa, (18/08/2026), kegiatan KERTAKSI diikuti 20 peserta yang terdiri atas perangkat desa, ketua rukun tetangga (RT), kepala dusun, dan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan dirancang untuk memperkenalkan cara pemanfaatan sampah organik yang sebelumnya masih ditemukan dikelola dengan cara dibakar.

Mahasiswa memperkenalkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) serta menunjukkan bahwa sisa sayuran, kulit buah, daun, dan rumput dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Materi juga mencakup tahapan pemilahan, pencacahan, pencampuran bahan, hingga fermentasi.

Dalam demonstrasi pada 31 Juli 2026, peserta melihat langsung pembuatan POC menggunakan 2–3 kilogram sampah organik, 8 liter air cucian beras, 150 mililiter molase, dan 150 mililiter EM4. Seluruh bahan dimasukkan ke dalam wadah fermentasi berkapasitas 15 liter yang dilengkapi airlock.

Proses fermentasi ditargetkan berlangsung sedikitnya 14 hari. Pemantauan mahasiswa hingga hari ke-13 menunjukkan adanya pelepasan gas, perubahan warna cairan menjadi cokelat jingga, pemisahan antara cairan dan bahan organik, serta munculnya aroma asam.

Karena proses fermentasi belum selesai ketika pemantauan mahasiswa berakhir, keberlanjutan pengolahan diserahkan kepada pihak desa. Sarana yang telah diberikan diharapkan dapat digunakan Pemerintah Desa Kertajati, masyarakat, dan BSU Desa Kertajati untuk melanjutkan pengelolaan sampah organik secara mandiri.

KERTAKSI dengan demikian tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan, tetapi juga mendorong tersedianya sarana agar pengelolaan sampah organik dapat diteruskan di tingkat desa. Pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi POC diharapkan dapat menjadi alternatif pengurangan sampah sekaligus mendukung praktik lingkungan yang lebih berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Peternakan Ayam Kaltim Diperkuat dari Bibit hingga Pakan

PDF 📄SAMARINDA – Pengawasan mutu bibit anak ayam menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) …

Delapan Kampung Pesisir Mimika Didorong Terhubung dalam Rantai Pasok Perikanan

PDF 📄TIMIKA – Delapan kampung pesisir di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, disiapkan sebagai kawasan Kampung …

KDMP Aceh Barat Hadapi Kelangkaan Material, Pembangunan Tetap Jalan

PDF 📄ACEH BARAT – Keterbatasan Material Tak Hentikan Pembangunan KDMP Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *