BINTAN – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan meminta seluruh tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 dilaksanakan secara transparan agar kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa semakin kuat. Keterbukaan informasi dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya prasangka sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Ketua Umum (Ketum) LAM Kabupaten Bintan, Datuk Syahri, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang telah menyosialisasikan regulasi Pilkades. Namun, ia menilai seluruh mekanisme dan tahapan pelaksanaan tetap perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami berharap netralitas penyelenggara dan transparansi seluruh tahapan Pilkades benar-benar disampaikan kepada masyarakat dengan jelas,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Media Kampung, Kamis (23/07/2026).
Menurutnya, keterbukaan informasi akan meminimalkan kecurigaan masyarakat terhadap proses pemilihan sehingga setiap tahapan dapat dipahami sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang sah.
“Jika informasi disampaikan secara transparan, maka tidak akan muncul kecurigaan ataupun pandangan negatif terhadap proses Pilkades,” katanya.
Selain transparansi, Datuk Syahri juga mengingatkan pentingnya profesionalisme penyelenggara selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung. Ia menilai integritas panitia menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pemilihan yang jujur, adil, dan dipercaya masyarakat.
“Profesionalisme penyelenggara menjadi kunci agar Pilkades berjalan jujur, adil, dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.
LAM Bintan berharap Pilkades Serentak 2026 mampu melahirkan kepala desa yang memperoleh legitimasi kuat dari masyarakat serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik melalui proses demokrasi yang terbuka dan kondusif.
“Semoga Pilkades tahun ini berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara