SELUMA – Universitas Bengkulu (Unib) memperkenalkan teknologi pengawetan berbahan alami kepada kelompok pengolah hasil perikanan di Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, sebagai upaya meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan melalui inovasi berbasis riset.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut menyasar kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Pasar Seluma. Kegiatan didukung pendanaan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta difasilitasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unib.
Ketua tim pengabdian Selly Ratna Sari mengatakan keterbatasan teknologi penyimpanan masih menjadi kendala utama yang menyebabkan hasil tangkapan nelayan cepat mengalami penurunan mutu. Karena itu, tim memperkenalkan teknologi pengawetan alami yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal.
Ia menjelaskan teknologi tersebut menggunakan kombinasi gambir, kecombrang, kitosan, karagenan, dan asap cair sebagai bahan pengawet alami. Metode itu mampu menghambat pertumbuhan bakteri sehingga masa simpan produk perikanan menjadi lebih panjang tanpa mengurangi kualitas maupun keamanan pangan, sebagaimana diberitakan RRI, Rabu (22/07/2026).
Selain pelatihan, tim pengabdian menyerahkan berbagai peralatan produksi kepada kelompok mitra, antara lain vacuum sealer, lemari asap portabel, food dehydrator, mesin penggiling adonan, serta spinner peniris minyak. Seluruh peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menghasilkan olahan perikanan yang lebih higienis dan berdaya saing.
Pendampingan juga disesuaikan dengan karakter usaha masing-masing kelompok. Kelompok Perikanan Nusantara Seluma difokuskan pada peningkatan mutu ikan asap dan ikan kering melalui penerapan teknologi pengolahan yang lebih higienis. Sementara itu, Kelompok Seluma City Mandiri diarahkan mengembangkan produk olahan baru, seperti stik ikan dan abon ikan yang dipadukan dengan nangka sebagai bahan pangan lokal.
Tidak hanya pada proses produksi, program tersebut juga memperkuat aspek hilirisasi melalui pengembangan kemasan yang lebih modern dan informatif. Produk kini dilengkapi informasi kandungan gizi serta identitas produk sehingga memiliki peluang lebih besar menembus pasar yang lebih luas.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan Pemerintah Desa (Pemdes) Pasar Seluma serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten (DKP) Seluma. Melalui kolaborasi tersebut, Unib berharap inovasi pengawetan hasil perikanan dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok pengolah ikan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara