JAKARTA – Pemerintah menargetkan pembentukan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDK.MP) selesai hingga akhir 2026. Seiring percepatan pembangunan koperasi, pemerintah juga mulai menyiapkan uji coba penyaluran bantuan sosial melalui jaringan KDKMP sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.
Target tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Senin (20/7/2026). Presiden Prabowo Subianto menyatakan pengembangan KDKMP masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur listrik, air bersih, dan jaringan internet di berbagai daerah. Meski demikian, pemerintah tetap optimistis koperasi akan berkembang dengan dukungan gudang, cold storage, truk operasional, apotek obat generik murah, bengkel alat mesin pertanian, hingga layanan penyaluran barang bersubsidi.
Sebagaimana diberitakan Media Kampung, Selasa (21/07/2026), pembangunan fisik KDKMP terus berlangsung di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Seluma, Bengkulu, misalnya, pemerintah mulai mendistribusikan delapan kendaraan operasional dan 36 rak ke koperasi yang pembangunannya telah selesai.
Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) berencana memulai uji coba penyaluran bantuan sosial melalui KDKMP pada Agustus 2026. Skema tersebut akan diterapkan di sejumlah koperasi yang telah aktif beroperasi sehingga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dapat memanfaatkan dana bantuan sekaligus mengakses layanan perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di lokasi yang sama. Program ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
Pemerintah juga memperkirakan keberadaan KDKMP mampu memperpendek rantai distribusi hasil pertanian sehingga meningkatkan keuntungan yang diterima petani. Dengan margin koperasi yang diproyeksikan hanya sekitar lima hingga 10 persen, efisiensi rantai pasok diperkirakan dapat menghasilkan penghematan hingga Rp313 triliun setiap tahun.
Implementasi koperasi berbasis desa juga mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah daerah. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebanyak 1.868 koperasi aktif membukukan omzet mencapai Rp814 miliar. Capaian tersebut turut mengantarkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menerima penghargaan sebagai Pembina Koperasi Andalan Jawa Timur 2026.
Pemerintah berharap pengembangan KDKMP tidak hanya menjadi sarana penyaluran bantuan sosial dan barang bersubsidi, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu memperkuat usaha masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mengurangi ketergantungan terhadap praktik rentenir di pedesaan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara