Bendungan Bagong Segera Masuki Tahap Konstruksi Penuh, Lahan Hampir Beres

TRENGGALEK – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek (Trenggalek), Jawa Timur (Jatim) hampir rampung. Hingga Senin (20/7/2026), realisasi pembebasan mencapai 97,75 persen atau 1.190 bidang tanah dari total 1.231 bidang, menyisakan 41 bidang yang masih dalam proses administrasi dan verifikasi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Lahan Bendungan Bagong Denny Bayu Prawesto mengatakan sisa lahan yang belum dibebaskan terdiri atas 28 bidang milik masyarakat, 11 bidang Tanah Kas Desa (TKD), dan dua bidang tanah wakaf.

“Jadi progresnya secara kumulatif ada 97,75 persen. Masih kurang 41 bidang lagi atau sekitar 2,25 persen.”

Sebanyak 28 bidang milik warga, menurut Denny, telah memperoleh persetujuan pemilik. Namun, pencairan ganti rugi masih menunggu penyelesaian verifikasi dokumen sebelum diajukan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

“Kendala teknis yang kami hadapi terkait dengan berkas yang ada. Seperti adanya perbedaan nama di berkas atau perbedaan peta bidang.”

Sementara itu, 11 bidang TKD seluas sekitar 0,96 hektare masih menjalani proses verifikasi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, termasuk pemeriksaan terhadap aset yang berdiri di atas lahan tersebut.

Dari total bidang TKD yang terdampak, satu di antaranya merupakan Balai Desa Sengon, tiga bidang merupakan area pemakaman umum, sedangkan sisanya berupa sawah dan tegalan.

“Kebetulan untuk balai desa itu pas berada di area quarry yang dibutuhkan oleh tim fisik Bendungan Bagong. Materialnya akan digunakan untuk menimbun dan membuat bendungan,” katanya sebagaimana diberitakan Kompas, Senin (20/07/2026).

Ia menambahkan, setelah proses pembebasan lahan Balai Desa Sengon selesai, pekerjaan fisik di kawasan quarry akan segera dimulai agar material batuan dapat dimanfaatkan untuk mendukung konstruksi bendungan.

“Itu dilakukan supaya materialnya dapat langsung dimanfaatkan untuk konstruksi bendungan.” []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

DPRD Semarang Usul Tambah Juara Harapan di Festival Desa Wisata

PDF 📄SEMARANG – Festival Desa Wisata Kota Semarang 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat …

Literasi Desa Jadi Fokus, Pemkab Luwu Beri Penghargaan Para Juara

PDF 📄LUWU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu mendorong penguatan budaya literasi hingga tingkat desa melalui …

Satu Lubang Biopori, Banyak Manfaat: Gerakan Hijau Dimulai dari Desa Sekaralas

PDF 📄NGAWI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 17 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *