LABUAN BAJO – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat pemberdayaan desa wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pelatihan gastronomi bagi pengelola desa binaan. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas penyajian kuliner lokal agar mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Sebanyak sembilan pengelola desa binaan mengikuti lokakarya yang diselenggarakan melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan potensi gastronomi lokal dengan memperdalam pemahaman peserta terhadap sejarah, seni, dan budaya yang melekat pada kuliner khas daerah.
Direktur Eksekutif (Executive Vice President/EVP) Komunikasi Korporasi dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Communication & Social Responsibility) BCA, Hera F. Haryn, mengatakan kuliner lokal memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Melalui workshop ini, kami ingin mendorong para pengelola Desa Bakti BCA untuk semakin percaya diri menyajikan cita rasa dan budaya khas daerahnya dengan standar penyajian yang lebih baik. Kami berharap kuliner ini dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Infotren, Senin (13/07/2026).
Pelatihan mencakup seluruh proses penyajian gastronomi, mulai dari pemilihan bahan baku lokal, teknik pengolahan makanan, hingga penataan hidangan agar lebih menarik bagi wisatawan. Peserta juga memperoleh pendampingan praktik langsung dari Dapur Tara, pelaku usaha kuliner berbasis budaya Flores yang menjadi fasilitator kegiatan.
Selain di Labuan Bajo, Bakti BCA secara konsisten melakukan pendampingan terhadap desa wisata binaan di berbagai daerah di Indonesia. Pembinaan dilakukan secara menyeluruh melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan keuangan, rumah pangan hidup (RPH), revitalisasi kebun kopi, dukungan sertifikasi, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal lainnya.
Program Desa Bakti BCA dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni usaha berbasis kemasyarakatan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta perluasan akses pasar untuk mendukung keberlanjutan usaha desa.
“Kami percaya bahwa penguatan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan agar dampaknya benar-benar terasa. Karena itu, setiap program dirancang untuk saling terhubung dan mendukung pengembangan potensi lokal secara menyeluruh,” tambah Hera F. Haryn.
Melalui pendekatan tersebut, Bakti BCA berharap desa wisata binaan mampu berkembang menjadi destinasi yang berdaya saing sekaligus menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat setempat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara