SEKAYU – Arus lalu lintas di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu–Musi Rawas (Mura) di Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), diberlakukan sistem buka-tutup setelah sebagian badan jalan mengalami longsor pada Minggu (12/7/2026). Penyempitan ruas jalan membuat kendaraan dari dua arah tidak lagi dapat melintas secara bersamaan sehingga pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Longsor menyebabkan sebagian badan jalan amblas dan menyisakan ruang yang terbatas untuk dilalui kendaraan. Kondisi tersebut berdampak pada kelancaran arus lalu lintas, terutama bagi truk dan kendaraan bertonase besar yang harus memperlambat laju agar terhindar dari risiko terperosok ke area longsoran.
Sejumlah perangkat pengamanan telah dipasang oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Muba di sekitar lokasi untuk mengurangi potensi kecelakaan. Perlengkapan tersebut meliputi rambu peringatan, pembatas jalan (traffic cone), serta lampu darurat (emergency light) agar titik longsoran tetap terlihat jelas, khususnya pada malam hari.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Muba Rendy Novriandy mengatakan pihaknya mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi pengaturan lalu lintas yang diberlakukan. “Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan, mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang, dan bergantian saat melintas. Ikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama,” kata Rendy, sebagaimana diberitakan Sriwijaya Post, Minggu (12/07/2026).
Sementara itu, warga Desa Sukarami, Edward Husien, mengkhawatirkan kondisi longsor akan semakin meluas apabila tidak segera ditangani. “Kalau dibiarkan, longsornya bisa terus melebar. Kami khawatir jalan ini putus total karena setiap hari banyak kendaraan besar yang melintas,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan pengemudi truk, Aprianto, yang rutin melewati jalur tersebut. Menurutnya, penyempitan badan jalan membuat kendaraan harus bergantian melintas sehingga diperlukan kehati-hatian lebih tinggi, terutama saat malam hari maupun ketika hujan. “Kendaraan harus bergantian lewat karena badan jalannya tinggal sedikit. Kami harus ekstra hati-hati, apalagi saat malam hari atau ketika hujan,” ungkap Aprianto.
Hingga kini, sistem buka-tutup masih diterapkan di lokasi longsor guna menjaga keselamatan pengguna jalan sembari menunggu penanganan lebih lanjut terhadap kerusakan ruas Jalinteng Sekayu–Mura. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara