Polisi Pasang Lampu Darurat di Jalinteng Muba Usai Jalan Amblas

MUSI BANYUASIN – Akses lalu lintas di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu–Muara, tepatnya di Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), kini hanya dapat dilalui secara bergantian setelah sebagian badan jalan amblas akibat longsor. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pengguna jalan karena berpotensi membahayakan keselamatan, terutama saat hujan dan malam hari.

Kerusakan terjadi pada salah satu sisi badan jalan sehingga lebar jalur menyempit. Kendaraan, khususnya truk dan kendaraan bertonase besar, harus mengurangi kecepatan dan mengantre untuk melintasi lokasi guna menghindari risiko terperosok ke area longsoran.

Salah seorang warga, Edward Husien, mengatakan kondisi jalan sebelumnya masih dapat dilalui dengan normal. Namun, menurutnya, longsor yang terjadi setelah adanya pekerjaan perbaikan membuat kerusakan semakin melebar.

“Kalau dibiarkan, longsornya bisa terus melebar. Kami khawatir jalan ini putus karena setiap hari banyak kendaraan besar yang melintas,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan pengemudi truk, Aprianto, yang mengaku penyempitan badan jalan membuat kendaraan tidak lagi dapat berpapasan di lokasi tersebut.

“Kalau berpapasan sudah tidak bisa lagi. Kendaraan harus bergantian lewat karena badan jalannya tinggal sedikit. Kami harus ekstra hati-hati, apalagi saat malam,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Musi Banyuasin (Muba), Rendy Novriandy, mengatakan pihaknya telah memasang rambu peringatan, traffic cone sebagai pembatas, serta lampu darurat di titik longsor untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sebagaimana diberitakan Tribun Sumsel, Minggu (12/07/2026).

“Kami telah memasang rambu-rambu peringatan, serta lampu emergency di titik longsor agar pengendara lebih mudah melihat kondisi jalan, khususnya pada malam hari,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar mengurangi kecepatan, mematuhi rambu yang telah dipasang, dan bergantian saat melintasi titik penyempitan agar arus lalu lintas tetap aman.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Ikuti arahan petugas maupun rambu-rambu yang telah dipasang agar arus lalu lintas tetap aman dan tidak terjadi kecelakaan,” imbaunya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Longsor Xizang: Warga Desa Dievakuasi, Operasi Pencarian Berlanjut

PDF đź“„XIGAZE – Upaya penanganan tanah longsor di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, China, berlanjut …

Banjir Parimo Berdampak ke 157 KK, Jalur Trans Sulawesi Terganggu

PDF đź“„PARIGI MOUTONG – Penanganan dampak banjir dan longsor di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi …

Jembatan Ambles, Kendaraan Berat Tak Bisa Melintas di Jalur Trans Sulawesi

PDF đź“„PARIGI MOUTONG – Akses Jalur Trans Sulawesi di Desa Peningka, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *