TPA Nangkaleah Kian Terbebani, Bupati Dorong Seluruh Desa Kelola Sampah Sendiri

TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya mendorong seluruh desa memiliki sistem pengelolaan sampah secara mandiri sebagai langkah mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Nangkaleah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di wilayah tersebut.

Produksi sampah di Kabupaten Tasikmalaya (Tasikmalaya) saat ini mencapai sekitar 760 ton per hari. Namun, layanan pengangkutan sampah baru menjangkau 41 dari total 351 desa sehingga cakupan pelayanannya masih sekitar 13,2 persen.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian setelah TPA Nangkaleah tidak lagi beroperasi menggunakan sistem open dumping yang telah dilarang oleh pemerintah pusat. Keterbatasan armada pengangkut sampah juga menjadi salah satu penyebab belum optimalnya layanan persampahan di Tasikmalaya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menginstruksikan seluruh kepala desa agar membangun manajemen pengelolaan sampah di tingkat desa. Arahan itu disampaikan saat peluncuran Institut Alam Rimba di Kawasan Puncak Suji, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya, Rabu (01/07).

“Terkait masalah sampah sebetulnya sudah ada manajemen pengelolaan di Dinas LH. Tapi tadi saya sampaikan juga kepada para kepala desa, sebaiknya sampah itu dihabiskan di tingkat desa,” ujar Cecep, sebagaimana diberitakan Ide Jabar, Sabtu (04/07/2026).

Menurut Cecep, pengelolaan sampah secara mandiri akan mengurangi volume sampah yang harus diangkut menuju TPA sehingga kapasitas tempat pemrosesan akhir dapat lebih terjaga.

“Kalau ada pengelolaan sapah di tingkat desa, maka nantnya sampah yang dibawa TPA tidak akan banyak, karena sebagian sudah diolah di tingkat desa,” tutur Cecep.

Selain menekankan pengelolaan sampah, Cecep juga mengapresiasi berdirinya Institut Alam Rimba yang diharapkan mampu menjadi pusat edukasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Priangan Timur.

”Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi. Mudah-mudahan ini bisa mengedukasi masyarakat Kab Tasikmalaya untuk terus menjaga alam. Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi mengotori sungai, karena dampaknya akan jadi mudarat kembali ke kita,” tandas Cecep.

Melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis desa, Pemkab Tasikmalaya berharap volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Kuning Terendam Banjir, Jalan Nasional Masih Sulit Dilalui

PDF 📄Banjir yang menggenangi jalan nasional di Desa Kuning, Aceh Tenggara, masih menyisakan genangan hingga …

13 Desa Terendam Banjir, Jembatan dan Jalan Ikut Terdampak

PDF 📄Banjir kembali berdampak pada 13 desa di Aceh Tenggara dengan 203 jiwa terdampak, sementara …

Warga Desa Gamlamo Masih Menunggu Tuntasnya Perbaikan Rumah

PDF 📄Sebanyak 16 rumah warga Desa Gamlamo mengalami kerusakan parah akibat banjir, tetapi pemulihan belum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *