DELI SERDANG – Dukungan terhadap pelestarian sejarah perkebunan Tembakau Deli terus menguat. Pemerintah Desa (Pemdes) Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli yang akan melibatkan masyarakat, pelaku usaha mikro, hingga tokoh-tokoh perkebunan setempat.
Dukungan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Klumpang Kebun, Aidil Fitri, saat menerima kunjungan Ketua Panitia Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli, Syaiful Anwar Lubis, di Kantor Desa Klumpang Kebun, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini dinilai penting sebagai upaya menjaga warisan sejarah dan budaya perkebunan yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat di wilayah Sumatera Utara (Sumut).
Menurut Aidil, kawasan Klumpang Kebun memiliki keterkaitan erat dengan kejayaan komoditas Tembakau Deli yang pernah dikenal luas hingga pasar internasional. Namun, sejumlah peninggalan sejarah yang menjadi simbol perjalanan industri tersebut kini sudah tidak lagi tersisa.
“Klumpang Kebun merupakan salah satu kawasan perkebunan tembakau yang menghasilkan produk berkualitas tinggi dan dikenal di pasar lelang sejak masa kolonial Belanda. Namun saat ini bangunan bangsal tembakau yang pernah menjadi bagian dari sejarah tersebut sudah tidak ada lagi. Kondisi ini tentu menjadi perhatian bersama,” ujar Aidil, sebagaimana dilansir Mistar, Kamis (25/06/2026).
Ia berharap nilai historis Tembakau Deli tetap dijaga agar tidak hilang dari identitas daerah dan dapat terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian penting dari sejarah perkebunan di Sumut.
“Tembakau merupakan bagian dari sejarah panjang perkebunan di daerah ini. Nilai sejarahnya perlu terus dijaga agar tetap menjadi ikon yang melekat pada kawasan perkebunan,” tuturnya.
Sementara itu, Syaiful Anwar Lubis menjelaskan festival tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari pameran foto sejarah, pemutaran film dokumenter tentang Tembakau Deli, hingga pertunjukan seni Jaran Kepang yang tumbuh di lingkungan masyarakat perkebunan keturunan Jawa.
Selain menjadi sarana edukasi sejarah, kegiatan itu juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro dan pedagang kuliner tradisional. Panitia juga mengundang para pensiunan pekerja perkebunan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi mereka terhadap perkembangan industri perkebunan di kawasan Sumatera Timur.
“Festival ini tidak hanya bertujuan mengenalkan kembali sejarah Tembakau Deli kepada masyarakat luas, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk mengenang dan memahami warisan budaya yang berkembang di lingkungan perkebunan,” kata Syaiful.
Ia menambahkan seluruh persiapan pelaksanaan festival telah selesai dan mendapat dukungan dari Fakultas Sejarah Universitas Negeri Medan (Unimed) serta program Indonesiana Kementerian Kebudayaan.
“Atas nama masyarakat Klumpang Kebun, kami mendukung penuh pelaksanaan Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau Deli ini,” tutur Aidil. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara