PASURUAN – Program pemberdayaan kesehatan dan ekonomi masyarakat di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan diperkuat melalui pelatihan kader kesehatan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang digelar Tim Kelompok Riset (KERIS) Strong Applied Nursing Knowledge for Community, Family, Mental Health, and Gerontology (SAKTI) Fakultas Keperawatan Universitas Jember (UNEJ). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Desa Sehat Agroindustri Terintegrasi (DESA SEHATI) untuk mencegah penyakit tidak menular sekaligus memperkuat kesehatan keluarga dan ekonomi desa.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung di Balai Desa Sumbersuko pada Senin (22/06/2026) itu melibatkan perangkat desa, bidan desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta pelaku UMKM. Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam deteksi dini penyakit tidak menular, penerapan pola hidup sehat, dan pengembangan usaha pangan sehat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Evy Aristawati, menjelaskan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Tim KERIS SAKTI dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan sadar akan pentingnya lingkungan yang aman bagi kesehatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sumbersuko, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan desa yang sehat dan mandiri,” ungkap Evy Aristawati, sebagaimana diwartakan Radar Selatan, Selasa, (23/06/2026).
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pelatihan skrining penyakit tidak menular yang mencakup pemahaman faktor risiko serta praktik pemeriksaan tekanan darah. Tim pengabdian juga menyerahkan bantuan alat pemeriksaan kesehatan kepada pos kesehatan desa guna mendukung keberlanjutan program pemantauan kesehatan masyarakat.
Selain itu, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta sanitasi lingkungan. Materi tersebut menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, penggunaan air bersih, dan upaya menciptakan lingkungan sehat untuk mencegah berbagai penyakit.
Pada sesi pemberdayaan ekonomi, pelaku UMKM dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan produk pangan sehat yang aman dikonsumsi sekaligus memiliki nilai jual. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal desa.
Kepala Desa (Kades) Sumbersuko, Saiful Ma’arif, menyambut positif pelaksanaan program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta penguatan ekonomi keluarga melalui UMKM.
Program DESA SEHATI yang didanai melalui Hibah Internal Universitas Jember Tahun Anggaran 2026 itu diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mampu mendorong terwujudnya desa sehat, mandiri, produktif, dan berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara