POLEWALI MANDAR – Pembangunan dua jembatan di wilayah pedesaan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), terus menunjukkan kemajuan signifikan. Infrastruktur yang dibangun melalui program karya bakti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) itu diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Sungai Pasamboang, Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo. Jembatan beton sepanjang 20 meter tersebut dirancang untuk menghubungkan akses masyarakat Desa Sambaliwali dengan Desa Pandulangan dan wilayah sekitarnya sehingga mobilitas warga menjadi lebih lancar.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 1402 Polman, Ikhwan Arifin, mengatakan pembangunan infrastruktur desa memiliki peran penting dalam membuka akses ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, dengan dibangunnya jembatan ini terlihat semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat sangat baik. Inilah yang menjadi harapan kita bersama, bagaimana masyarakat dapat berkolaborasi membangun daerahnya mulai dari tingkat desa,” kata Ikhwan Arifin, sebagaimana dilansir Radar Sulbar, Selasa (23/06/2026).
Menurutnya, peningkatan konektivitas wilayah akan berdampak langsung terhadap perkembangan sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat pedesaan.
“Kita berharap konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga akses ekonomi, kesehatan, dan pendidikan masyarakat juga dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.
Selain di Kecamatan Luyo, pembangunan Jembatan Perintis Garuda jenis Armco di Dusun Tondok Bakaru, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, juga terus dikebut. Infrastruktur tersebut telah mencapai progres sekitar 80 persen dan saat ini memasuki tahap perakitan rangka besi lantai sebelum proses pengecoran dilakukan.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 1402-01 Polewali, Ahmad Yani, menyebut progres pekerjaan berjalan sesuai target berkat dukungan masyarakat dan kondisi cuaca yang mendukung.
“Alhamdulillah progres pembangunan sudah mencapai sekitar 80 persen. Dua panel utama jembatan Armco telah terpasang dengan kokoh dan saat ini personel TNI bersama masyarakat sedang menyelesaikan pekerjaan rangka lantai jembatan,” kata Ahmad Yani.
Ia menilai semangat gotong royong warga menjadi faktor utama yang mempercepat penyelesaian pembangunan.
“Kebersamaan antara TNI dan masyarakat sangat baik. Ini menjadi modal utama sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kunyi, Anri, mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan pembangunan yang selama ini dinantikan masyarakat.
“Alhamdulillah, progres pembangunan sangat menggembirakan. Struktur jembatan sudah terlihat kokoh dan masyarakat sangat bersyukur karena akses yang selama ini menjadi harapan warga akhirnya segera terwujud,” katanya.
Jembatan Armco di Dusun Tondok Bakaru memiliki panjang sekitar sembilan meter dan lebar empat meter. Kehadirannya diharapkan mampu mengatasi hambatan akses warga saat debit sungai meningkat pada musim hujan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah pedesaan.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan, kedua jembatan tersebut diharapkan segera rampung dan memberikan manfaat jangka panjang bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mobilitas warga di wilayah pedesaan Polman. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara