PAMEKASAN – Puluhan warga di Kelurahan Kowel dan Desa Toronan, Kabupaten Pamekasan (Pamekasan), Jawa Timur (Jatim), mengambil langkah swadaya memperbaiki jalan penghubung antardesa yang rusak selama bertahun-tahun. Perbaikan dilakukan melalui penggalangan dana masyarakat dan dukungan sejumlah donatur karena ruas jalan tersebut belum tersentuh program perbaikan pemerintah.
Sekitar 50 warga terlibat dalam proses perbaikan jalan sepanjang lebih dari 250 meter yang menjadi akses utama penghubung Kelurahan Kowel dan Desa Toronan. Pengerjaan dilakukan secara gotong royong pada malam hari selama dua pekan agar tidak mengganggu aktivitas pekerjaan warga pada siang hari.
Warga setempat, Moh. Zaini, mengatakan seluruh proses perbaikan dilakukan atas dasar kepedulian masyarakat terhadap kondisi jalan yang semakin memburuk.
“Kami sumbangan, baik uang dan tenaga untuk memperbaiki jalan rusak ini,” kata Moh. Zaini, sebagaimana dilansir Kompas pada Senin, (22/06/2026).
Menurutnya, rencana awal hanya memperbaiki sekitar 50 meter jalan di sekitar Masjid Nurul A’la. Namun, besarnya dukungan masyarakat dan para donatur membuat cakupan pekerjaan diperluas hingga mencapai lebih dari 250 meter.
Selain sumbangan warga, dana perbaikan juga berasal dari sejumlah pihak swasta. Perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam dan pengecoran pada beberapa titik agar kondisi jalan lebih tahan lama.
“Dana juga dari sumbangan dari pengusaha rokok, TNI dan polisi. Sehingga warga sepakat perbaikan jalan diperluas,” ucap Zaini.
Ia menjelaskan, jalan tersebut merupakan jalur poros yang menghubungkan Kelurahan Kowel dengan Desa Toronan sekaligus menjadi rute alternatif ketika terjadi kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Blumbungan.
“Sebelum diperbaiki, kondisi jalan rusak. Terutama di depan masjid, abunya masuk ke dalam,” ungkap Zaini.
Zaini menegaskan tidak ada kepanitiaan khusus dalam kegiatan tersebut karena seluruh proses berlangsung secara spontan dan berbasis gotong royong masyarakat.
“Alhamdulillah masyarakat antusias. Kami mengalir saling membantu satu sama lain demi kenyamanan bersama,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun akhirnya mendorong warga mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan secara mandiri demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Ya terpaksa demi kenyamanan kita sendiri. Kita harus sumbangan dan perbaiki sendiri secara mandiri,” imbuhnya.
Aksi swadaya tersebut menjadi contoh kuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur desa. Warga berharap kondisi jalan yang lebih baik dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan setempat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara