PARIGI MOUTONG – Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, menjadi wilayah dengan dampak banjir paling besar di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), setelah hujan berintensitas tinggi memicu luapan air yang merendam sejumlah desa pada Sabtu (20/06/2026) malam.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo, sebanyak 88 kepala keluarga (KK) atau sekitar 348 jiwa di Desa Boyantongo terdampak banjir. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan desa-desa lain yang mengalami kejadian serupa.
Secara keseluruhan, banjir berdampak pada 254 KK atau sekitar 945 jiwa yang tersebar di 11 desa pada lima kecamatan di Parimo. Selain Desa Boyantongo, wilayah terdampak antara lain Desa Balinggi Jati dengan 50 KK atau sekitar 150 jiwa, Desa Olaya sebanyak 47 KK atau 156 jiwa, Desa Masari sebanyak 32 KK atau sekitar 125 jiwa, Desa Pombalowo sebanyak 25 KK atau sekitar 110 jiwa, serta Desa Lebagu dengan 11 KK atau sekitar 44 jiwa terdampak.
Sementara itu, Desa Lobu Mandiri dan Desa Mertasari masing-masing tercatat mengalami dampak terhadap satu KK atau enam jiwa. Adapun jumlah korban terdampak di Desa Parigimpuu dan Desa Dolago Padang masih dalam proses pendataan petugas.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga, banjir menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan lahan pertanian. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat dan produktivitas sektor pertanian di wilayah terdampak.
Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke kawasan permukiman. Saat ini genangan telah surut, namun petugas gabungan masih melakukan pendataan lanjutan serta pembersihan area terdampak, sebagaimana diberitakan Tribun Palu, Senin (22/06/2026).
Pemerintah daerah bersama BPBD Parimo terus memantau kondisi pascabanjir untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi serta mempercepat pemulihan fasilitas umum dan lahan pertanian yang mengalami kerusakan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara