SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi desa, bukan pesaing bagi toko kelontong dan pelaku usaha kecil yang telah lebih dahulu beroperasi di lingkungan warga.
Melalui pengembangan jaringan koperasi desa dan kelurahan, Pemkab Sidoarjo berupaya memperkuat stabilitas harga bahan pokok, memperpendek rantai distribusi, serta menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Hingga Juni 2026, sebanyak 93 gerai KDMP telah berdiri dan dipersiapkan untuk beroperasi, dari target 346 gerai yang akan dibangun di 318 desa dan 28 kelurahan di Kabupaten Sidoarjo (Sidoarjo).
Kepala Dinas (Kadis) Koperasi Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi, menegaskan keberadaan koperasi tersebut dirancang untuk mendukung usaha mikro di tingkat desa, bukan mengambil pangsa pasar pedagang kecil.
“Koperasi ini bukan untuk mematikan toko kelontong di sekitarnya.”
“Justru gerai ini diharapkan menjadi distributor tempat toko kelontong kulakan atau mengambil barang.”
“Jika koperasi masuk ke sektor eceran, itu baru mematikan usaha kecil, dan itu bukan tujuan kami,” ujar Edi, sebagaimana diwartakan Suryamalang, Minggu (21/06/2026).
Menurutnya, koperasi akan berfungsi sebagai pusat distribusi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan komoditas pertanian lokal. Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan pasokan barang yang lebih stabil dan harga yang lebih terjangkau bagi pedagang maupun masyarakat desa.
Selain memperkuat distribusi pangan, KDMP juga diarahkan mengembangkan berbagai unit usaha sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. Pengembangan usaha dapat mencakup gudang penyimpanan beras, gudang sayuran, hingga layanan kesehatan tingkat dasar apabila kapasitas usaha koperasi memungkinkan.
“Di sana nanti bisa dikembangkan gudang penampungan beras, gudang sayuran, bahkan jika secara omzet dan kapasitas memungkinkan, membuka klinik pratama juga diperbolehkan,” kata Edi.
Pemkab Sidoarjo juga mulai menjajaki kemitraan dengan perusahaan penyedia fasilitas pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle charger). Melalui kerja sama tersebut, koperasi yang berada di lokasi strategis dapat menyediakan area parkir, sementara fasilitas pengisian daya disiapkan oleh mitra usaha.
Skema kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan sumber pendapatan berbasis layanan (fee-based income) bagi koperasi desa dan kelurahan. Dengan integrasi berbagai layanan ekonomi, KDMP diproyeksikan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mampu mendorong pertumbuhan usaha dari tingkat desa hingga kelurahan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara