KUANTAN SINGINGI – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), telah mencapai progres sekitar 80 persen. Infrastruktur yang menghubungkan Dusun Suka Sari dan Dusun Suka Maju tersebut diproyeksikan segera dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar mobilitas serta mendukung aktivitas ekonomi desa.
Perkembangan proyek itu mendapat perhatian dari jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kuansing melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Singingi yang melakukan pemantauan langsung ke lokasi pembangunan. Pengawasan dilakukan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan konstruksi yang berkualitas.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kuansing Hidayat Perdana mengatakan Jembatan Merah Putih memiliki peran penting sebagai akses penghubung utama bagi warga Desa Sungai Kuning.
“Polri melalui jajaran di wilayah terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah, termasuk Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Kuning. Ini merupakan akses vital yang menghubungkan Dusun Suka Sari dengan Dusun Suka Maju,” ujar Hidayat, sebagaimana diberitakan Tribun Pekanbaru, Jumat (19/06/2026).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang berjalan baik akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kemudahan akses transportasi diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan berbagai aktivitas ekonomi warga.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, sejumlah tahapan pekerjaan telah diselesaikan, mulai dari persiapan lokasi, pemasangan bekisting, pembangunan struktur abutment, pemasangan pelat besi, pengoperasian mesin molen, hingga pengecoran lantai jembatan secara bertahap. Saat ini proyek memasuki tahap penyelesaian akhir dan pembersihan area kerja.
Kapolres menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengesampingkan mutu konstruksi maupun keselamatan kerja. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta tetap menjaga standar pelaksanaan proyek.
“Kami mengharapkan pelaksanaan pembangunan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan kerja, sehingga hasilnya dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Selain mempermudah akses sosial masyarakat, keberadaan jembatan tersebut diyakini mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah desa yang selama ini terkendala sarana penyeberangan, terutama saat musim hujan. Infrastruktur itu juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui kemudahan distribusi komoditas pertanian dan perkebunan warga.
“Pembangunan ini bukan sekadar membangun sarana penghubung, tetapi juga membuka akses ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap setelah selesai nanti, jembatan ini dapat menjadi penggerak pertumbuhan dan kesejahteraan warga Desa Sungai Kuning,” pungkas Hidayat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara