BANYUMAS – Taman Wisata Randu Bengkong di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas (Banyumas), menjadi salah satu penggerak ekonomi baru berbasis desa yang mampu menciptakan lapangan kerja, membuka peluang usaha warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah setempat.
Keberadaan destinasi wisata yang dikelola masyarakat desa tersebut tidak hanya menawarkan panorama alam lereng Gunung Slamet, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung melalui keterlibatan warga sebagai tenaga kerja dan pelaku usaha mikro.
Manajer Taman Wisata Randu Bengkong Dhany Alfarizi mengatakan objek wisata tersebut terus berkembang dengan mengandalkan potensi alam dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Di sini memang menyuguhkan kolam renang anak dan dewasa, tapi memiliki pemandangan alam yang indah,” ujar Dhany Alfarizi, sebagaimana diberitakan Suara Merdeka, Sabtu, (20/06/2026).
Objek wisata tersebut menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari kolam renang anak dan dewasa, taman reptil, embung ikan, hingga gazebo yang dapat digunakan pengunjung untuk bersantai sambil menikmati suasana alam pedesaan.
Nama Randu Bengkong sendiri diambil dari pohon randu yang tumbuh di kawasan wisata dan menjadi ikon utama lokasi tersebut. Dari area wisata, pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan hijau serta pemandangan Gunung Slamet yang menjadi daya tarik tersendiri.
Selain sektor wisata, aktivitas ekonomi masyarakat juga tumbuh melalui keberadaan delapan kantin yang dikelola warga setempat. Beragam kuliner khas Banyumas seperti mendoan tempe, nasi pecel telur, bakso, mi ayam, kopi, dan aneka minuman lainnya disajikan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.
Pengelola memberikan kesempatan kepada warga untuk menjalankan usaha tanpa dikenakan biaya sewa lapak. Para pedagang hanya berkontribusi terhadap kebersihan kawasan wisata dan mendukung kegiatan lingkungan melalui kas rukun warga (RW).
Keberadaan Taman Wisata Randu Bengkong juga membuka lapangan pekerjaan bagi sedikitnya 13 warga desa yang terlibat langsung dalam operasional wisata. Jumlah tersebut belum termasuk warga yang memperoleh pendapatan dari usaha kuliner dan layanan pendukung lainnya.
Pengembangan wisata berbasis desa ini menjadi salah satu contoh keberhasilan program Desa BRILian dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. Melalui penguatan sektor wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Desa Sikapat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai aset utama desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara