BANDUNG – Perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bandung menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 278 desa dan kelurahan telah memiliki gerai KDKMP yang disiapkan untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Program yang dikembangkan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tersebut kini mulai mendapat respons dari masyarakat. Kehadiran KDKMP dinilai mampu menghadirkan layanan belanja yang lebih dekat dengan warga serta menawarkan produk dengan harga yang kompetitif.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin, mengatakan perkembangan KDKMP terus berjalan sejak diluncurkan secara nasional pada 21 Juli 2025.
“Di Kabupaten Bandung tercatat sudah ada 278 desa dan kelurahan yang memiliki KDKMP. Karena minimal setiap desa mempunyai satu gerai.”
Menurut Dindin, pengembangan KDKMP mencakup tujuh jenis usaha, yakni gerai kantor koperasi, gerai simpan pinjam, gerai pergudangan, gerai sembako, gerai logistik, gerai obat, dan gerai klinik.
Di lapangan, sejumlah warga mengaku mulai memanfaatkan keberadaan gerai tersebut. Salah seorang warga Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Edi Kusnaedi, menilai fasilitas dan pelayanan yang tersedia cukup memadai untuk kebutuhan masyarakat sekitar.
“Kalau yang di Cileunyi Wetan sudah bagus. Belanjanya juga nyaman, mirip minimarket modern. Barang-barangnya cukup lengkap dan harganya relatif sama dengan toko-toko lain,” ujar Edi, sebagaimana diwartakan Tribun Jabar, Jumat (19/06/2026).
Meski demikian, Edi mengaku belum mengetahui kondisi KDKMP di wilayah lain di Kabupaten Bandung karena selama ini hanya berbelanja di gerai yang berada dekat dengan tempat tinggalnya.
“Saya belum tahu kalau yang di daerah lain seperti apa. Saya cuma datangi di Cileunyi Wetan saja. Seperti sama kaya di sini, lengkap tapi tidak tahu sih,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan warga lainnya, Agni. Ia menilai keberadaan KDKMP cukup membantu masyarakat memperoleh kebutuhan harian tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat perbelanjaan.
“Sebenarnya membantu kaya warung atau toko lainnya. Cuma mungkin karena biasanya belanja di minimarket modern seperti Alfamart atau Indomaret, jadi suasananya terasa berbeda saja,” ucapnya.
Dengan semakin luasnya jaringan gerai yang telah menjangkau ratusan desa dan kelurahan, KDKMP diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat desa, meningkatkan akses layanan koperasi, serta menjadi motor penggerak usaha berbasis komunitas di Kabupaten Bandung. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara