PRINGSEWU – Upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis desa di Kabupaten Pringsewu mendapat dukungan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui peninjauan sentra produksi Modified Cassava Flour (Mocaf) di Pekon Tulungagung serta evaluasi tata kelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Rabu (17/06/2026).
Kunjungan kerja tersebut dilakukan oleh jajaran Kemendagri untuk melihat secara langsung potensi ekonomi lokal yang berkembang di wilayah perdesaan sekaligus memastikan penguatan kelembagaan ekonomi desa berjalan optimal. Rombongan diterima oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Pringsewu, Andi Purwanto, bersama perangkat daerah terkait.
Dalam agenda tersebut, tim Kemendagri melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu sebelum meninjau sentra produksi Mocaf yang berlokasi di Pekon Tulungagung, Kecamatan Gadingrejo. Produk olahan singkong tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat desa.
Staf Khusus Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan Kemendagri, Haeruddin Hasibuan, mengapresiasi konsistensi Pemkab Pringsewu dalam mengembangkan industri pangan lokal berbasis komoditas pertanian.
“Inovasi pangan seperti Mocaf ini adalah kunci kemandirian ekonomi desa. Kemendagri berkomitmen penuh mendukung sinkronisasi kebijakan dari pusat hingga ke tingkat pekon agar produk lokal seperti ini mendapat karpet merah di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Selain pengembangan Mocaf, kunjungan tersebut juga difokuskan pada penguatan tata kelola KDKMP sebagai instrumen penggerak ekonomi masyarakat desa. Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik Kemendagri, Fahsul Falah, menilai penguatan kelembagaan dan kepastian pasar menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program ekonomi desa.
“Strategi kebijakan ke depan harus memastikan adanya kepastian pasar (offtaker) dan integrasi pelayanan publik yang prima di wilayah perdesaan. Pringsewu sudah berada di jalur yang tepat, tinggal bagaimana kita perkuat tata kelolanya,” jelas Fahsul Falah.
Pemkab Pringsewu menyatakan siap menindaklanjuti berbagai masukan strategis yang diberikan dalam kunjungan tersebut. Menurut Bupati Pringsewu, dukungan pemerintah pusat menjadi modal penting untuk mempercepat pengembangan ekonomi desa melalui sektor pangan lokal dan koperasi desa, sebagaimana diberitakan Liputan7, Rabu (17/06/2026).
“Kehadiran Prof. Haeruddin dan Dr. Fahsul Falah hari ini menjadi suntikan energi bagi kami. Pemkab Pringsewu, bersama Setdakab dan seluruh jajaran, berkomitmen menjadikan Pekon Tulungagung dan program KDKMP ini sebagai motor penggerak ekonomi baru yang akuntabel, inovatif, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Bupati Riyanto.
Kegiatan ditutup dengan diskusi antara tim Kemendagri, Pemkab Pringsewu, praktisi ekonomi, dan pelaku usaha Mocaf guna menyusun arah pengembangan kawasan yang terintegrasi serta berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi desa di Pringsewu. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara