PT Vale Perkuat Kesadaran Warga Desa Hadapi Ancaman DBD

KOLAKA Upaya menekan angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) terus diperkuat melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat desa. PT Vale Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar promosi kesehatan tentang pencegahan dan penanggulangan DBD bagi warga Desa Puubenua, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Kamis (18/6/2026), sebagai langkah meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Puubenua tersebut merupakan bagian dari Program Sosial Lingkungan Kolaka Bersih, Sehat dan Berdaya. Warga mengikuti sosialisasi yang berfokus pada pengenalan gejala awal DBD, pola penularan, serta pentingnya penanganan medis secara cepat untuk mencegah risiko fatal.

Health Educator PT Vale IGP Pomalaa, Mokhammad Syifak, menjelaskan pemilihan Desa Puubenua didasarkan pada kondisi geografis wilayah yang dikelilingi kawasan hutan dan perkebunan sehingga memiliki potensi kerentanan terhadap penyebaran DBD.

“PT Vale hadir untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan, penularan, dan penanganan DBD. Harapannya, masyarakat dapat lebih waspada dan mampu mengambil langkah cepat ketika menemukan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Kendaripos, Kamis (18/06/2026).

Menurut Syifak, sasaran utama kegiatan tersebut adalah menurunkan case fatality rate atau angka kematian akibat DBD. Ia menyebutkan angka kematian akibat DBD pada 2025 berhasil ditekan hingga sekitar 0,4 persen dan diharapkan dapat terus menurun sepanjang 2026.

“Kami ingin masyarakat memahami gejala-gejala DBD sehingga penderita tidak terlambat mendapatkan pertolongan medis. Ketika ada anggota keluarga yang mengalami gejala khas DBD, segera dibawa ke puskesmas agar mendapatkan penanganan pertama dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, PT Vale juga mendorong penguatan kapasitas tenaga kesehatan di wilayah Baula dan Pomalaa melalui berbagai pelatihan yang berkelanjutan.

“Ke depan, peningkatan kompetensi kader dan petugas posyandu juga menjadi perhatian kami karena mereka merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula (Kapus Baula), Sukmawati, mengapresiasi pelaksanaan edukasi kesehatan tersebut karena dinilai mendukung upaya pencegahan penyakit menular di tingkat desa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan penyakit menular seperti DBD. Kami berharap sinergi antara PT Vale dan fasilitas kesehatan dapat terus terjalin demi meningkatkan derajat kesehatan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Baula,” ungkapnya.

Melalui program sosial lingkungan yang berkelanjutan, PT Vale IGP Pomalaa berupaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat desa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, tangguh, dan berdaya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Ribuan Desa Berpotensi Ekspor, Namun Empat Persoalan Ini Harus Diselesaikan

PDF 📄JAKARTA – Upaya mewujudkan 5.000 Desa Ekspor dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar. Badan …

BUMDes Didorong Jadi Ujung Tombak Ekspor Produk Desa

PDF 📄JAKARTA – Program 5.000 Desa Ekspor yang digagas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal …

Pemprov Jatim Kebut Peremajaan Tebu Demi Perkuat Produksi Gula Nasional

PDF 📄MALANG – Transformasi sektor pergulaan nasional terus diperkuat melalui program peremajaan tanaman tebu atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *