Kawasan Terpadu dan Pasar Desa Jadi Harapan Baru Warga Purbalingga

PURBALINGGA Kehadiran Kawasan Terpadu dan Kios Pasar di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga diharapkan menjadi penggerak baru perekonomian desa sekaligus sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan.

Kawasan yang dilengkapi 21 kios tersebut telah diresmikan oleh Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, pada Sabtu (12/6/2026). Fasilitas itu dibangun untuk mendukung aktivitas perdagangan masyarakat, memperkuat tata ruang desa, serta membuka peluang usaha baru bagi warga setempat.

Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, menilai pembangunan kawasan terpadu menjadi investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat desa.

“Jadi inisiasi pembangunan kawasan terpadu ini mampu mendongkrak berbagai manfaat. Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, juga mempercantik tata ruang desa dan menjadi sumber pendapatan asli desa,” katanya.

Menurut Fahmi, keberhasilan kawasan tersebut sangat bergantung pada pengelolaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan agar manfaat yang dihasilkan terus berkembang dari waktu ke waktu.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini agar nilai manfaat dari investasi yang telah dilakukan dapat terus dirasakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Bantarbarang, Mistrianti, menjelaskan pembangunan Kawasan Terpadu dan Kios Pasar Desa Bantarbarang dilakukan melalui skema Kerja Sama Bangun Guna Serah (BGS) selama 15 tahun dengan melibatkan pihak ketiga tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

“Pembangunan dilakukan dengan mekanisme Kerja Sama Bangun Guna Serah dan melibatkan pihak ketiga, dan kami tidak memakai satu rupiah pun dana dari pemerintah,” jelasnya.

Keberadaan fasilitas tersebut juga mendapat respons positif dari pelaku usaha. Salah seorang penerima kios, Sudarjo, mengaku optimistis kawasan baru itu akan meningkatkan jumlah pengunjung dan berdampak pada pendapatannya.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan kios ini. Harapannya, ke depan pengunjung di sekitar kawasan ini makin ramai,” ujarnya.

Selain menjadi pusat perdagangan, kawasan terpadu tersebut juga diproyeksikan sebagai ruang kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Peresmian kawasan yang dirangkaikan dengan pengajian akbar dan dihadiri ribuan warga menunjukkan potensi kawasan sebagai pusat aktivitas masyarakat desa, sebagaimana diberitakan Tribun Banyumas, Rabu, (17/06/2026). Dengan optimalisasi pengelolaan, kawasan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Bantarbarang serta wilayah sekitarnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Model Desa Digital Warnasari Dinilai Layak Jadi Rujukan ASEAN

PDF đź“„JEMBRANA – Penguatan inovasi berbasis data di tingkat banjar di Kabupaten Jembrana, Bali, kembali …

Gerbang Kantor Desa Klapagading Kulon Tertutup, Aparat Siaga

PDF đź“„BANYUMAS – Situasi pelayanan di Kantor Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, kembali …

Desa Grejeg Genjot Layanan Kesehatan Dasar Masyarakat

PDF đź“„GRESIK – Pemerintah Desa Grejeg, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, terus memperkuat layanan kesehatan dasar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *