Mahasiswa dan Warga Datangi DPRD Banggai Tolak Lokasi Koperasi Desa

BANGGAI – Penolakan terhadap lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih mencuat di Desa Matabas, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng). Warga bersama mahasiswa mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banggai, Rabu (17/6/2026), untuk menyampaikan keberatan karena proyek koperasi dibangun di atas lapangan voli dan takraw yang selama ini menjadi fasilitas olahraga masyarakat desa.

Aspirasi tersebut disampaikan setelah lapangan yang sebelumnya digunakan warga dibongkar untuk pembangunan koperasi. Masyarakat menilai keberadaan koperasi penting, namun lokasi pembangunan dinilai tidak tepat karena menghilangkan satu-satunya sarana olahraga yang dimiliki desa.

Warga Desa Matabas, Yunice Kuada, mengatakan masyarakat selama bertahun-tahun tidak memiliki lapangan olahraga yang memadai sehingga berbagai kegiatan olahraga harus dilaksanakan di desa lain.

“Hanya di Toima yang rame,” ujarnya.

Menurut Yunice, lapangan voli dan takraw tersebut dibangun oleh Kepala Desa (Kades) Matabas sebelumnya dan menjadi fasilitas yang dimanfaatkan masyarakat setempat. Namun, lapangan itu kemudian dibongkar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Yunice mengaku pernah diundang dalam rapat yang membahas rencana penggunaan lahan lapangan untuk pembangunan koperasi. Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut.

“Saya kaget so digusur ini lapangan,” tuturnya.

Sebagai bentuk keberatan, sekitar 50 warga telah menandatangani petisi penolakan. Warga menegaskan tidak menolak program Koperasi Desa Merah Putih yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, melainkan hanya mempermasalahkan lokasi pembangunan yang dianggap mengorbankan fasilitas publik desa.

“Koperasinya yang cari lahan, jangan di situ,” ujarnya.

Persoalan ini kini menjadi perhatian DPRD Banggai. Komisi II DPRD Banggai berencana memanggil Kades Matabas serta perangkat daerah terkait guna membahas tuntutan masyarakat dan mencari solusi atas polemik tersebut.

Aspirasi warga tersebut disampaikan sebagaimana diberitakan Tribun Palu, Rabu, (17/06/2026). Ke depan, warga berharap pembangunan koperasi tetap dapat berjalan tanpa menghilangkan fasilitas olahraga yang telah menjadi ruang aktivitas sosial masyarakat Desa Matabas. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Zimbabwe Bangun Irigasi di 35.000 Desa untuk Cegah Krisis Pangan

PDF 📄MUTOKO – Pemerintah Zimbabwe menempatkan desa sebagai pusat penguatan ketahanan pangan melalui rencana pembangunan …

Festival Cai Diraga 2026, Tradisi Cirebon yang Mengajak Menjaga Alam

PDF 📄Festival Budaya Cai Diraga 2026 di Kabupaten Cirebon mengangkat tradisi Larung Cai dari sembilan …

Menjelajahi Posobice, Dusun Bersejarah di Kaki Pegunungan Å umava

PDF 📄Posobice di kaki Pegunungan Å umava, Republik Ceko, menyimpan catatan sejarah sejak 1334 dengan daya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *