PAPUA – Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus diperkuat di sejumlah wilayah Papua sebagai upaya memperluas akses ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga kampung, serta mendukung pemerataan pembangunan hingga daerah pedalaman. Program tersebut kini mendapat dukungan pemerintah daerah melalui pembangunan fasilitas koperasi, penguatan usaha mikro, dan pengembangan komoditas unggulan lokal.
Di Kabupaten Jayawijaya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya menargetkan pembangunan 18 gerai Koperasi Merah Putih yang akan berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Selain menyediakan kebutuhan pokok, gerai tersebut dirancang menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang mampu mendorong lahirnya berbagai usaha produktif di tingkat kampung.
Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, menegaskan dukungan penuh terhadap program tersebut karena dinilai dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
“Kami mendukung penuh pembangunan Koperasi Merah Putih karena program ini dirancang untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat kemandirian ekonomi dari tingkat kampung,” ujar Atenius Murib, sebagaimana diberitakan Deliknews, Rabu, (17/06/2026).
Menurutnya, keberadaan koperasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Program tersebut juga diharapkan menjadi fondasi penguatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan.
Sementara itu, Pemkab Jayapura melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalokasikan dana Otonomi Khusus sebesar Rp2 miliar guna mendukung pemberdayaan koperasi dan pelaku UMKM. Dari 10 gedung Koperasi Desa Merah Putih yang dibangun di Papua, lima unit berada di Kabupaten Jayapura dan ditargetkan beroperasi pada tahun ini.
Selain penguatan koperasi, pemerintah daerah juga mendorong pembangunan rumah produksi kopi dan rumah produksi sagu untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Di Kabupaten Sorong, koperasi juga diproyeksikan menjadi pusat ekonomi desa yang terintegrasi dengan berbagai sektor usaha masyarakat. Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sorong, Marthen Pajala, menyebut koperasi akan menjalankan berbagai fungsi strategis bagi masyarakat pedesaan.
“Koperasi nantinya menjadi motor penggerak ekonomi di pedesaan. Selain menjual sembako, koperasi juga akan menjadi penyalur berbagai kebutuhan masyarakat dan program pemerintah,” kata Marthen Pajala.
Koperasi tersebut nantinya juga berperan sebagai penyalur pupuk, alat dan mesin pertanian, gas elpiji (liquefied petroleum gas/LPG), serta menjadi off-taker atau penampung hasil pertanian, peternakan, kakao, dan hasil hutan masyarakat. Untuk menunjang operasional, gerai koperasi akan dilengkapi fasilitas cold storage guna menjaga kualitas produk sebelum dipasarkan.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi pilar ekonomi desa yang kuat, mempercepat pembangunan wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata di Papua. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara