BUMDes Dasan Tapen Siapkan Pabrik Susu untuk Dukung MBG

LOMBOK BARAT Kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dasan Tapen 1 di Desa Dasan Tapen, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai membentuk rantai pasok pangan mandiri berbasis desa. Kerja sama tersebut tidak hanya menjamin ketersediaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Melalui kemitraan tersebut, BUMDes mengelola produksi dan penyerapan hasil pertanian warga untuk memenuhi kebutuhan harian SPPG. Sistem ini memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.

Kepala SPPG Dasan Tapen 1, M. Imam Romail, mengatakan sejak awal pembentukan SPPG, pihaknya telah menggandeng BUMDes untuk mengembangkan berbagai produk pangan lokal agar dapat diserap sebagai bahan baku MBG.

“Seperti bahan baku sayur Selada yang dikembangkan BUMDes melalui sistem hidroponik, diproduksi sendiri sehingga SPPG tidak mesti harus membeli ke luar,” kata Imam, sebagaimana diberitakan Suara NTB, Minggu (14/06/2026).

Program tersebut telah menghasilkan panen perdana sayur selada pada 11 Juni 2026. Kegiatan panen raya melibatkan pengurus BUMDes, SPPG, aparat desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Tingginya hasil panen membuat produksi selada tidak hanya memenuhi kebutuhan SPPG Dasan Tapen 1, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah SPPG lain serta pelaku usaha kuliner, termasuk pengusaha kebab.

Selain mengembangkan sektor hortikultura, SPPG dan BUMDes juga memperluas rencana usaha melalui pembangunan pabrik susu desa guna mendukung kebutuhan bahan baku MBG secara berkelanjutan.

Pihak SPPG saat ini telah bermitra dengan 15 pemasok bahan baku untuk mendukung operasional program MBG. Ke depan, pengembangan pabrik susu diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan desa dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

“Nanti pabrik susu itu akan dikembangkan oleh BUMDes, bermitra dengan kami (SPPG),” ujarnya.

Menurut Imam, lahan untuk pembangunan pabrik susu telah disiapkan dan usulan program tersebut sudah diajukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia berharap rencana tersebut mendapat persetujuan karena akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.

“Jika pabrik susu terlaksana maka bahan baku MBG bisa dihasilkan secara mandiri di desa. Di samping itu, akan mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga desa setempat,” katanya.

Imam menambahkan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih juga berpotensi dilibatkan dalam penyediaan bahan baku MBG sehingga ekosistem ekonomi desa dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Sinergi antara BUMDes, SPPG, petani, dan lembaga desa tersebut menjadi contoh penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pakumbang Baroah Dorong Promosi Wisata Budaya Landak ke Tingkat Nasional

PDF đź“„LANDAK – Keberhasilan penyelenggaraan Pakumbang Baroah 2026 di Desa Pakumbang, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak …

Kerusakan Pipa PDAM Jadi Perhatian, TNI dan Warga Bergotong Royong

PDF đź“„PROBOLINGGO – Upaya menjaga kelancaran pasokan air bersih bagi masyarakat mendorong warga Desa Patalan, …

Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru, Warga Palok Bergotong Royong Percepat Pembangunan

PDF đź“„GAYO LUES – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Palok, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *