LOMBOK BARAT – Sejumlah desa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mulai mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui Program Desa Berdaya yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB).
Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem, memperkuat kemandirian ekonomi desa, serta membuka peluang kolaborasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdeskel).
Kepala Desa (Kades) Cendimanik, Mahdi, mengatakan desanya memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp300 juta dari Program Desa Berdaya. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun usaha peternakan ayam petelur yang dikelola oleh pemerintah desa.
“Kami pakai untuk pengembangan peternakan ayam petelur, dikelola oleh desa,” kata Mahdi.
Ia menjelaskan, kandang ayam petelur telah selesai dibangun dengan kapasitas hingga 15.000 ekor. Hasil usaha tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok warga miskin, sekaligus menghasilkan pendapatan sekitar Rp20 juta per bulan bagi desa.
Program Desa Berdaya juga dipadukan dengan program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa (DD). Melalui integrasi tersebut, Desa Cendimanik membangun dua kandang tambahan dan menyediakan bibit ayam petelur untuk memperluas kapasitas usaha peternakan.
“Kalau dari ketahanan angan itu 500 ekor, dan desa berdaya itu 1.000 ekor,” sebutnya.
Sementara itu, Kades Batulayar, Masnun, menilai Program Desa Berdaya memberikan manfaat nyata bagi desa karena dapat menambah PADes sekaligus mendukung masyarakat rentan melalui pengembangan usaha produktif.
“Nanti dari hasil budi daya ayam petelur ini kita kumpulkan akan kami berikan kepada masyarakat yang betul-betul tidak mampu, sesuai arahan pak Gubernur akan diberikan pada warga Desil 1 sampai Desil 2,” ujarnya.
Menurut Masnun, desanya termasuk penerima program karena masih memiliki jumlah warga miskin ekstrem yang cukup tinggi, mencapai sekitar 200 kepala keluarga. Oleh sebab itu, pengembangan peternakan ayam petelur dipilih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Kades Beleka, Islahudin, juga menyampaikan bahwa program tersebut menjadi peluang bagi desa untuk membangun sumber pendapatan baru di tengah berkurangnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
“Ketentuannya sudah jelas, bahwa ini (program desa berdaya) untuk meningkatkan kemandirian ekonomi terutama di lokal desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, usaha peternakan ayam petelur nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Selain Program Desa Berdaya dari Pemprov NTB, pemerintah desa juga menyambut positif dukungan program senilai Rp1 miliar per desa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar yang dinilai membantu percepatan pembangunan desa di tengah keterbatasan anggaran. Program pengembangan ekonomi berbasis peternakan ini diharapkan menjadi model penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan PADes yang dapat direplikasi di berbagai desa lainnya, sebagaimana dilansir Suara Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/06/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara