OGAN KOMERING ILIR – Pembangunan gedung kepemudaan dan olahraga di Desa Sukamukti, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi sorotan setelah proyek yang dibiayai melalui Dana Desa itu dilaporkan belum tuntas dan diduga terbengkalai hingga tahun 2026. Nilai anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan tersebut tercatat mencapai lebih dari Rp938 juta.
Proyek yang dirancang sebagai sarana pengembangan kegiatan olahraga dan kepemudaan masyarakat desa itu memperoleh pendanaan secara bertahap, yakni Rp442.764.320 pada 2024 dan Rp496.215.600 pada 2025 untuk pembangunan, rehabilitasi, serta peningkatan sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga milik desa.
Kondisi pembangunan yang belum selesai memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengelolaan anggaran desa. Dalam informasi yang beredar, Kepala Desa (Kades) Sukamukti juga diduga menyebabkan kerugian negara yang nilainya mendekati Rp1 miliar.
Sejumlah faktor disebut berpotensi menjadi penyebab terhambatnya pembangunan. Di antaranya pengelolaan dana yang tidak efektif, lemahnya pengawasan, dugaan penyalahgunaan kewenangan, hingga kendala teknis maupun nonteknis yang memengaruhi pelaksanaan proyek.
Sebagai langkah penyelesaian, berbagai pihak mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan. Selain itu, transparansi pengelolaan proyek dinilai perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan penggunaan Dana Desa secara terbuka.
Upaya lain yang dinilai penting adalah memperkuat pengawasan dari instansi berwenang serta memastikan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran dalam pengelolaan anggaran pembangunan desa. Informasi mengenai kondisi proyek tersebut sebagaimana diberitakan KPK Tipikor News, Jumat, (12/06/2026).
Masyarakat berharap pembangunan gedung kepemudaan dan olahraga tersebut dapat kembali dilanjutkan sehingga fasilitas yang telah direncanakan mampu memberikan manfaat bagi pemuda dan warga Desa Sukamukti serta mendukung aktivitas sosial dan olahraga di lingkungan desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara