LUWU TIMUR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) memperkuat gerakan lingkungan dan ketahanan pangan berbasis desa melalui pengelolaan sampah rumah tangga serta program penanaman cabai di Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung pengendalian inflasi dari tingkat keluarga.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Fatmawati Rusdi saat menghadiri Gerakan Pola Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih di Desa Atue, Senin (8/6/2026), mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari rumah dengan memilah sampah dan memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman produktif.
Menurut Fatmawati, Desa Atue dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai berhasil menunjukkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan desa. Desa tersebut tercatat sebagai penerima penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim), Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), peraih Juara II Lomba Kebersihan Tingkat Desa, serta masuk dalam 500 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
“Kalau berbicara lingkungan sehat, tentu Luwu Timur harus menjadi yang terdepan. Saya yakin karena saya tahu bagaimana partisipasi dan kebersamaan masyarakatnya,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, Pemprov Sulsel menyerahkan bantuan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), motor pengangkut sampah, mesin pencacah plastik, serta dua unit bak sampah untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Fatmawati menjelaskan bahwa sampah yang dipilah sejak dari rumah dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Karena itu, penerapan prinsip Reduce, Reuse, and Recycle (3R) terus didorong sebagai solusi mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan peluang usaha baru.
“Kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk masa depan anak cucu kita. Karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi kesadaran bersama,” tegasnya.
Selain pengelolaan lingkungan, Wagub Sulsel juga mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga melalui gerakan menanam cabai di pekarangan rumah. Ia menyerahkan bibit cabai siap tanam kepada warga dan mengajak setiap rumah tangga menanam sedikitnya lima pohon cabai sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Program tersebut diperkuat dengan penyaluran 500 bibit tanaman produktif yang terdiri atas durian Musang King, durian sambung, alpukat sambung, mangga Mahathir, rambutan, manggis, cempedak, dan jengkol kepada masyarakat Desa Atue.
Bupati Lutim Irwan Bachri Syam menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sulsel terhadap pengembangan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat desa. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan berbagai kegiatan daerah yang berfokus pada kebersihan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kehadiran Ibu Wakil Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah, terutama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, lingkungan yang bersih, dan kehidupan yang berkelanjutan,” ujar Irwan.
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, penghijauan desa, serta ketahanan pangan keluarga, sebagaimana diwartakan Suara Sulsel, Selasa, (09/06/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara