SANGIHE – Dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah perairan dekat Mindanao, Filipina, Senin (08/06/2026), menyebabkan sejumlah rumah warga di Desa Kawio, Kecamatan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe (Sangihe), Sulawesi Utara (Sulut), mengalami kerusakan. Hingga kini, warga masih bertahan di sejumlah titik pengungsian dan membutuhkan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, serta obat-obatan.
Gempa yang juga memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dirasakan cukup kuat di wilayah Sangihe. Akibatnya, masyarakat Desa Kawio memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap aman, seperti kawasan perbukitan, lapangan desa, dan area belakang kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Kondisi pengungsian yang berlangsung sejak pagi membuat kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama. Anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya memerlukan dukungan logistik serta layanan kesehatan agar kondisi mereka tetap terjaga selama berada di tempat pengungsian.
Warga setempat menyampaikan harapan agar bantuan segera disalurkan ke wilayah terdampak. “Mohon segera bantuan makanan dan obat-obatan. Masyarakat saat ini masih berada dalam pengungsian di gunung, lapangan, dan belakang PLN,” demikian permohonan yang disampaikan warga setempat, sebagaimana diberitakan Tribun Manado, Senin (08/06/2026).
Sementara itu, aparat pemerintah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap rumah yang mengalami kerusakan serta dampak lain akibat gempa. Hingga berita ini ditulis, jumlah bangunan terdampak masih menunggu hasil verifikasi resmi dari pemerintah setempat.
Percepatan penyaluran bantuan dan penyelesaian pendataan diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi masyarakat Desa Kawio sekaligus memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara