PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat upaya mewujudkan desa mandiri dan berdaya saing melalui Program Sekolah Inovasi Desa (SID). Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas desa dalam mengelola potensi lokal sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Program SID dirancang tidak hanya untuk mengembangkan produk unggulan desa, tetapi juga memperkuat kelembagaan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun kepemimpinan desa yang kolaboratif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nicko Herlambang, menjelaskan bahwa pendampingan dalam program tersebut dilakukan secara menyeluruh agar desa mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
“Program Sekolah Inovasi Desa melakukan pendampingan pengembangan produk unggulan desa,” ujar Nicko Herlambang.
Selain pengembangan produk unggulan, pendampingan juga mencakup penguatan identitas desa, penyusunan strategi pengembangan potensi lokal, hingga mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Bupati Penajam Paser Utara menilai SID sebagai program strategis untuk menjawab tantangan pembangunan desa saat ini. Menurutnya, terdapat tiga sasaran utama yang ingin dicapai melalui program tersebut, yakni memperkuat kelembagaan lokal agar mampu mengelola sumber daya desa secara profesional dan berkelanjutan, membangun kepemimpinan kolaboratif dalam pembangunan desa, serta mendorong terciptanya inovasi berbasis potensi lokal yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Pemkab PPU juga menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi desa-desa di wilayahnya. Karena itu, kolaborasi dengan UGM diharapkan mampu memperkuat kapasitas aparatur desa sekaligus mempercepat lahirnya berbagai inovasi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui SID, desa-desa di PPU diharapkan mampu menjadi wilayah yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing tinggi dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal, sebagaimana diberitakan Pojoksatu, Senin (08/06/2026). Program tersebut juga diharapkan menjadi model pengembangan desa yang berkelanjutan untuk mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara