BADUNG – Ajang Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Desa Kapal Tahun 2026 menjadi wadah pengembangan kapasitas generasi muda dalam bidang budaya, pariwisata, kepemimpinan, dan kreativitas. Kegiatan yang digelar di Wantilan Desa Adat Kapal, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (6/6/2026), diharapkan melahirkan figur muda inspiratif yang mampu menjadi duta budaya sekaligus penggerak pembangunan pariwisata berbasis masyarakat di desa.
Kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna Widya Dharma Bhakti Kelurahan Kapal bersama Pasemetonan Jegeg Bagus Kapal tersebut diikuti pemuda dari berbagai sekaa teruna di Desa Adat Kapal. Selain menampilkan kompetisi final, acara juga menjadi sarana pembinaan generasi muda melalui berbagai tahapan pelatihan dan pengembangan diri.
Ketua Panitia Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Kapal Tahun 2026, I Gusti Ngurah Mahesa Prama Arimartha, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan agenda tahunan untuk menjaring generasi muda terbaik yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki wawasan budaya, pariwisata, kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
Menurutnya, seluruh finalis telah melalui sejumlah tahapan seleksi dan pembekalan, mulai dari technical meeting, pelatihan public speaking, pengembangan karakter dan kepribadian, wawasan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, kepemimpinan, hingga sesi penilaian bakat dan wawancara mendalam.
Ketua Karang Taruna Widya Dharma Bhakti Kelurahan Kapal, Made Gede Wawan Dharmawan, mengatakan tema yang diangkat tahun ini adalah “Puyung Maisi”.
” Puyung berarti kosong. Simbol kesadaran manusia untuk senantiasa belajar mengisi diri dalam pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai kehidupan. ” Ujar Gede Wawan.
Ia menjelaskan tema tersebut mencerminkan semangat generasi muda yang rendah hati, terus belajar, serta memiliki komitmen untuk berbagi pengetahuan dan mengabdikan diri kepada masyarakat.
” Melalui tema ini diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kesadaran untuk belajar, dan mengembangkan potensi diri serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong”. Kata Gede Wawan.
Sementara itu, Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat.
“Jangan sungkan bertanya apabila tidak tahu. Itulah ciri -ciri orang yang mampu mencapai sesuatu yang lebih baik”. Ujar I Ketut Sudarsana.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar generasi muda mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Luh Suryaniti, yang mewakili Bupati Badung, menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, sebagaimana diberitakan Pemkab Badung, Senin, (08/06/2026), ajang Jegeg Bagus Kapal memiliki peran strategis dalam mencetak duta wisata dan budaya yang mampu menjadi ikon Desa Adat Kapal.
“Semoga Grand Final Jegeg Bagus Kapal ini dapat berjalan dengan lancar. Sehingga melahirkan Jegeg Bagus yang dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung Saya menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini yang sangat penting dan strategis dalam mengimplementasikan community based tourism”. Ujar Luh Suryaniti.
Pemkab Badung berharap para Jegeg Bagus Kapal terpilih tidak hanya menjadi representasi budaya lokal, tetapi juga agen perubahan yang mampu mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian adat, budaya, serta pengembangan pariwisata desa berbasis masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara