BLORA – Desa Wisata Sambongrejo di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora (Blora), berhasil menjadikan warisan budaya Samin sebagai daya tarik wisata yang tidak hanya menjaga kelestarian tradisi leluhur, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Berbekal kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun, desa ini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Blora hingga meraih berbagai penghargaan tingkat daerah dan nasional.
Keberhasilan tersebut berawal dari upaya masyarakat mengenalkan kehidupan Sedulur Sikep Samin kepada masyarakat luas. Gagasan pengembangan desa wisata mulai dirintis sejak 2018 dan semakin berkembang setelah Desa Wisata Sambongrejo memperoleh surat keputusan (SK) sebagai desa wisata pada 30 Oktober 2021.
Lingkungan yang bersih, budaya gotong royong yang kuat, serta kehidupan masyarakat yang masih memegang teguh nilai kejujuran, kesederhanaan, dan keharmonisan dengan alam menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke Pedukuhan Blimbing.
Wisatawan yang berkunjung dapat memilih berbagai paket wisata, mulai dari Pendopo Tour, Half Day, One Day, hingga Live In. Setiap paket dirancang agar pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat Samin, termasuk mengenakan iket atau udeng khas Samin yang memiliki makna filosofis sebagai pengingat agar manusia mampu mengendalikan perilaku, pikiran, dan ucapan serta memahami tujuan hidup yang sesungguhnya.
Selain menikmati kuliner tradisional seperti sayur menir, lodeh bung, jangan ireng, bothok, dan tempe kareman yang disajikan menggunakan gerabah tanah liat dan daun jati, wisatawan juga diajak mengikuti berbagai kegiatan edukatif. Aktivitas tersebut meliputi bertani di sawah, memetik buah di green house melon, belajar budidaya kambing Peranakan Etawa (PE), hingga mengikuti pelatihan membatik bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sido Rukun Desa Wisata Sambongrejo, Janurman, menegaskan bahwa kekuatan utama desa wisata tersebut terletak pada kehidupan masyarakatnya.
”Modal dasar kami mengembangkan desa wisata ini adalah tradisi kehidupan sehari-hari masyarakat Samin.”
“Para wisatawan datang untuk mengetahui itu. Berinteraksi langsung dengan masyarakat di sini,” ujar Janurman.
Ia juga memastikan masyarakat siap memberikan pemahaman mengenai ajaran Samin kepada para pengunjung.
“Ajaran ini diwariskan turun temurun. Sehingga kalau untuk memberikan penjelasan ke orang lain, kami sudah siap.”
“Tapi jika ingin lebih mendalam, para sesepuh dengan senang hati akan memberikan waktu untuk menyampaikan penjelasan,’’ kata Janurman.
Konsistensi masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan potensi budaya membuahkan berbagai prestasi. Setelah dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Blora dan meraih Juara III Gelar Desa Wisata Jawa Tengah (Jateng) 2022, Desa Wisata Sambongrejo juga berhasil meraih Juara Harapan Kategori Desa Wisata Berkembang pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Meski demikian, pengelola desa wisata masih menghadapi tantangan keterbatasan anggaran untuk mengembangkan berbagai fasilitas pendukung wisata. Salah satu rencana yang ingin diwujudkan adalah pengembangan wisata air memanfaatkan potensi sumber daya air yang tersedia di kawasan tersebut.
”Pedukuhan ini didukung ketersediaan air yang mencukupi, ada bendungan.”
“Sebenarnya kami ingin adanya wisata air yang lebih bagus seperti tubing dan lain sebagainya.”
“Tapi ya itu tadi, anggaraanya tidak ada. Kami berharap suatu saat ada perusahaan atau sponsor yang membantu kami mewujudkan keinginan itu,’’ tandas Janurman.
Kepala Desa (Kades) Sambongrejo, Wahono Heru Prayitno, menegaskan bahwa pengembangan sektor wisata di desanya tidak semata-mata bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
“Kehidupan di Kampung Samin seperti ini, selain untuk menggerakkan ekonomi, tujuan utamanya adalah untuk nguri-uri budaya dari leluhur agar nanti warisan nilai ini bisa sampai ke anak cucu dengan utuh.”
“Kami dari Desa Sambongrejo terus belajar dari pendampingan yang ada dan mengharapkan sinergi bersama untuk memajukan desa ini,” tutur Wahono Heru.
Dukungan juga diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Bupati Blora, Arief Rohman, menilai Desa Wisata Sambongrejo layak menjadi salah satu destinasi utama yang dikunjungi wisatawan saat berada di Blora.
“Ketika para pejabat pusat maupun wisatawan nanti ke Blora, saya ingin Desa Wisata Sambongrejo ini menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi.”
“Kita harus berupaya ketika orang berkunjung ke Blora dan Cepu ini, ada memori yang positif dan ada kesan yang baik untuk bisa kembali kesini lagi,’’ tegas Arief Rohman.
Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka, Senin (08/06/2026), Desa Wisata Sambongrejo yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Stasiun Cepu dan sekitar 20 kilometer dari pusat Blora terus menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat desa. Ke depan, pengembangan fasilitas wisata dan dukungan berbagai pihak diharapkan mampu memperluas manfaat yang dirasakan warga tanpa menghilangkan identitas budaya Samin yang menjadi daya tarik utama desa tersebut. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara