Trunyan dan Buahan Jadi Garda Depan Mitigasi Bencana di Bangli

BANGLI – Kabupaten Bangli (Bangli) ditunjuk menjadi lokasi pelaksanaan program pembentukan Desa Tangguh Bencana dan Sekolah Tangguh Bencana oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Dalam tahap awal, Desa Trunyan dan Desa Buahan dipilih sebagai percontohan karena berada di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Program tersebut akan menyasar masyarakat desa dan siswa sekolah dasar melalui kegiatan sosialisasi serta pelatihan mitigasi bencana yang dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026.

Wakil Bupati (Wabup) Bangli, I Wayan Diar, mengatakan Bangli menjadi daerah yang dipilih untuk menjalankan program tersebut guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.

“Ini program baru dari PMI pusat untuk membentuk desa tangguh bencana dan sekolah tangguh bencana. Hanya kami saja di Bangli yang dipilih,” kata Diar, sebagaimana dilansir Detikbali, Jumat (22/05/2026).

Menurut Diar, Desa Trunyan dan Desa Buahan ditetapkan sebagai lokasi percontohan Desa Tangguh Bencana. Selain itu, dua sekolah dasar di wilayah tersebut juga akan dilibatkan dalam program Sekolah Tangguh Bencana.

Materi yang diberikan meliputi edukasi dan pelatihan penanganan bencana, termasuk cara menyelamatkan diri saat terjadi keadaan darurat. Pembelajaran kepada siswa akan dilakukan melalui para guru di sekolah masing-masing.

“Dua desa itu dipilih karena daerah rawan bencana. Sehingga (program tangguh bencana) akan mengedukasi masyarakat tentang cara memitigasi bencana,” kata Diar.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Bangli, Kadek Ardip, menjelaskan program akan diawali dengan pembentukan kelompok relawan yang berasal dari masyarakat setempat.

“Nanti akan dibentuk sekitar 30 orang yang akan dilatih agar siap menghadapi bencana,” kata Ardip.

Ia menuturkan pelatihan akan mencakup berbagai jenis bencana, mulai dari bencana alam hingga bencana biologis atau wabah penyakit. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan respons awal sebelum bantuan dari luar wilayah tiba.

“Intinya adalah bagaimana merespon awal bencana. Karena kalau nunggu bantuan dari pemerintah kabupaten, akan lama,” katanya.

Melalui program tersebut, PMI berharap masyarakat dan pelajar di Desa Trunyan serta Desa Buahan memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menghadapi risiko bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan penanganan dini. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Optimalkan Potensi Ekonomi Lokal, Gampong Kandeh Fokus Penguatan BUMDes

PDF 📄NAGAN RAYA – Upaya memperkuat perekonomian desa terus dilakukan Pemerintah Gampong Kandeh melalui peningkatan …

Teknologi dan Koperasi Desa Bersinergi Majukan Nelayan Pesisir

PDF 📄KEBUMEN – Pelatihan teknologi navigasi bagi nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Jatimalang …

108 Cator Sudah Disalurkan, KDKMP Subang Bersiap Beroperasi Penuh

PDF 📄SUBANG – Sebanyak 108 unit kendaraan cator telah disalurkan kepada 54 Koperasi Desa Kelurahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *