PAMEKASAN – Tumpukan sampah rumah tangga yang menggunung di kawasan pesisir Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan (Pamekasan), Jawa Timur (Jatim), memicu bau anyir menyengat dan menjadi keluhan warga. Kondisi tersebut terjadi akibat tidak tersedianya lokasi pembuangan alternatif sehingga sampah terus dibuang di satu titik selama bertahun-tahun.
Tumpukan sampah membentang di area sekitar 50 meter di pintu masuk Pelabuhan Branta, tepatnya di sisi kanan Kantor Syahbandar Branta. Lokasinya juga berdekatan dengan permukiman warga, dengan jarak kurang dari 10 meter dari rumah penduduk.
Seorang warga berinisial S (40) mengatakan sampah yang menumpuk bukan berasal dari laut, melainkan dari aktivitas pembuangan limbah rumah tangga warga yang tinggal di sepanjang pesisir Branta.
“Sampah dibuang di sini oleh warga di sepanjang pesisir Branta,” katanya, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (22/05/2026).
Menurutnya, kondisi permukiman yang padat membuat warga tidak memiliki pilihan lain untuk membuang sampah. Akibatnya, satu lokasi tersebut terus menjadi tempat penumpukan limbah rumah tangga dari tahun ke tahun.
“Di sini lingkungan padat, semuanya buang ke sini sejak lama,” katanya.
Meski telah terdapat larangan membuang sampah di kawasan tersebut, aturan itu dinilai belum efektif karena tidak diimbangi dengan penyediaan tempat pembuangan yang memadai. Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi pengelolaan sampah agar pencemaran lingkungan tidak terus berlanjut.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Mohammad Syafii, menyebut pihaknya telah beberapa kali melakukan pembersihan di lokasi tersebut. Namun, sampah terus kembali menumpuk karena aktivitas pembuangan masih berlangsung.
“Kami sudah melakukan pembersihan ke sana. Bahkan, sering bekerja sama dengan aktivis lingkungan, tapi sampah terus menumpuk,” katanya.
DLH Pamekasan berencana melakukan pengangkutan sampah secara rutin setiap hari guna mencegah penumpukan yang semakin besar. Rencana tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut di internal dinas.
“Tapi kami masih akan koordinasikan dengan kepala dinas,” ucapnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara