KAPUAS HULU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu kembali berpeluang memperoleh Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026 setelah tiga desa di wilayah tersebut masuk nominasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Di tengah proses pengusulan itu, kebutuhan pembangunan pabrik es menjadi perhatian utama guna mendukung penyimpanan hasil tangkapan nelayan dan meningkatkan nilai ekonomi sektor perikanan.
Tiga desa yang masuk nominasi KNMP 2026 yakni Desa Nibung di Kecamatan Selimbau, Desa Nanga Embaloh Hilir di Kecamatan Embaloh Hilir, serta Desa Leboyan di Kecamatan Selimbau. Saat ini, ketiga desa tersebut masih melengkapi dokumen administrasi yang menjadi persyaratan program.
Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kapuas Hulu, Bambang, mengatakan tim dari KKP telah melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk menilai kesiapan desa-desa yang diusulkan.
“Mudah-mudahan tahun 2026 kita kembali mendapatkan program KNMP. Saat ini ketiga desa itu sedang melengkapi dokumen,” ujar Bambang, sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Kamis (21/05/2026).
Menurut Bambang, keberadaan pabrik es menjadi kebutuhan mendesak bagi nelayan Kapuas Hulu. Melimpahnya hasil tangkapan ikan saat musim kemarau kerap tidak diimbangi dengan fasilitas penyimpanan yang memadai sehingga banyak hasil tangkapan harus diolah menjadi ikan asin atau bahkan terbuang karena membusuk.
“Kita belum ada pabrik es untuk menyimpan hasil panen ikan. Akibatnya nelayan kebingungan, dan mau tidak mau hasil tangkapan banyak yang dijadikan ikan asin agar tidak busuk,” ungkapnya.
Usulan pembangunan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat manfaat program KNMP yang sebelumnya telah direalisasikan di Desa Ujung Said, Kecamatan Jongkong. Pada 2025, desa tersebut memperoleh program KNMP yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp20 miliar.
Pembangunan infrastruktur KNMP di Desa Ujung Said kini telah selesai seluruhnya. Pemerintah desa setempat masih menunggu proses serah terima dari Pemerintah Pusat sebelum seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat nelayan.
Kepala Desa (Kades) Ujung Said, Dian Pramana Putra, menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan program tersebut yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi warga pesisir.
“Manfaatnya sangat banyak untuk masyarakat nelayan kami. Kami sudah memiliki boks untuk menampung dan menyimpan hasil tangkapan sebelum dijual ke pembeli,” kata Dian.
Selain fasilitas penyimpanan ikan, operasional program juga didukung oleh layanan listrik dari PLN yang kini tersedia selama 24 jam. Kondisi tersebut dinilai membantu nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan dan menunjang pengelolaan sarana yang telah dibangun.
“Terima kasih kepada pihak PLN. Karena listrik sudah 24 jam, ini sangat membantu program KNMP dalam menyimpan ikan. Kami juga berharap Pemerintah Daerah bisa terus mendampingi kami dalam mengelola program ini dengan baik,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara