BONE – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) 2026, Kepolisian Resor (Polres) Bone mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran hoaks, politik uang, dan berbagai bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di desa. Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga proses demokrasi desa tetap aman, damai, dan kondusif hingga tahapan pemungutan suara selesai.
Pilkades PAW di Bone dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026. Seiring meningkatnya dinamika politik menjelang pemilihan, aparat kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan persatuan serta tidak terjebak dalam konflik akibat perbedaan pilihan politik.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bone, Sugeng Setio Budhi, menegaskan bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi yang harus disikapi secara dewasa tanpa mengorbankan hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Beda pilihan itu biasa, persaudaraan tetap yang utama. Mari kita sukseskan Pilkades PAW dengan menjaga keamanan, mengedepankan persatuan, dan tidak mudah terprovokasi,” tegas Sugeng Setio Budhi, sebagaimana diberitakan Daily News Indonesia, Kamis (21/05/2026).
Menurutnya, kondisi keamanan yang terjaga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran seluruh tahapan Pilkades PAW. Karena itu, masyarakat diminta berperan aktif menciptakan suasana yang tertib dan nyaman bagi seluruh pihak, termasuk para pendukung calon kepala desa.
Selain itu, Polres Bone mengingatkan warga agar lebih bijak menggunakan media sosial. Aparat menilai penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman dan memperbesar potensi perpecahan di tingkat desa.
“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah percaya berita hoaks maupun informasi provokatif yang sengaja dibuat untuk memicu perpecahan,” lanjut Sugeng Setio Budhi.
Kepolisian juga menyoroti sejumlah pelanggaran yang kerap muncul dalam kontestasi politik desa, seperti politik uang, ujaran kebencian, hingga tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik antarwarga. Seluruh bentuk pelanggaran tersebut dipastikan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Setiap pelanggaran hukum tentu ada konsekuensinya. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif demi masa depan desa yang lebih baik,” ujarnya.
Polres Bone juga mengajak masyarakat menghormati hasil pemilihan setelah seluruh tahapan selesai dilaksanakan. Persatuan warga dinilai menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan serta menjaga keharmonisan sosial pascapemilihan.
Melalui komitmen bersama antara aparat keamanan, panitia, calon kepala desa, dan masyarakat, Pilkades PAW 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, damai, lancar, dan bermartabat sesuai semangat pelayanan kepolisian yang profesional serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara